Diyakini Menghilang, Tulip Amasya Muncul Kembali Setelah 130 Tahun di Turki
Bagikan:
JAKARTA - Spesies tulip yang diyakini telah menghilang dari alam liar lebih dari seabad yang lalu dilaporkan ditemukan kembali di Amasya, Turki utara bulan lalu, menawarkan terobosan signifikan bagi penelitian botani dan upaya konservasi.
Dikenal sebagai "Tulip Amasya yang Hilang," bunga ini ditemukan oleh seorang pencinta alam setempat, Ercan Eftelioğlu, saat menjelajahi daerah pedesaan di provinsi tersebut.
Eftelioğlu memperhatikan spesies tulip yang tidak biasa dan memotretnya sebelum membagikan sampel dan gambar kepada ahli botani untuk identifikasi.
Eftelioğlu mengatakan, ia langsung mencurigai bunga tersebut mungkin merupakan spesies yang telah lama hilang setelah memperhatikan kemiripannya dengan deskripsi tulip.
"Saya terus-menerus menjelajahi alam. Ketika saya melihatnya, saya pikir itu sangat mirip dengan tulip Amasya yang hilang," jelasnya, dilansir dari Daily Sabah dan Anadolu Agency (5/7).
"Saya mengambil sampel, memotretnya, dan membagikan temuan tersebut kepada para ahli botani," tambanya.
Penemuan ini mendorong investigasi lapangan oleh Ismail Eker dari Universitas Bolu Abant Izzet Baysal dan Salih Sercan Kanoğlu, direktur Kebun Raya Nezahat Gökyiğit di Istanbul.
Setelah memeriksa tanaman di habitat aslinya, para ahli mengkonfirmasi itu adalah Tulip Amasya yang telah lama hilang, spesies yang telah tercantum dalam literatur ilmiah sebagai spesies yang hilang.
Menurut Eker, tulip tersebut pertama kali dikumpulkan pada tahun 1892 dan terakhir didokumentasikan pada tahun 1896.
Selama 130 tahun berikutnya, banyak peneliti Turki dan internasional mencari spesies tersebut di wilayah tersebut tetapi tidak dapat menemukannya.
"Hari ini adalah hari yang penting karena kami percaya tanaman ini telah hilang," kata Eker.
"Setelah 130 tahun, kami telah melihat bahwa tanaman ini bertahan hidup di Amasya. Namun, habitatnya sangat terbatas," tandasnya.
BACA JUGA:
Ia mengatakan penemuan kembali ini menunjukkan spesies tersebut berhasil bertahan hidup, meskipun selama beberapa dekade tanpa penampakan yang terkonfirmasi.
Para peneliti sekarang berencana untuk fokus pada perlindungan tulip dan pelestarian habitatnya untuk memastikan kelangsungan hidupnya.
"Kami akan berupaya untuk menempatkan tanaman tersebut di bawah perlindungan dan menjaganya tetap hidup," jelas Eker.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+