China Mendadak Setop Ekspor Helium, Industri Chip Global Terancam
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah China secara mengejutkan memberlakukan larangan sementara untuk ekspor gas helium yang langsung berlaku sejak diumumkan. Keputusan mendadak ini disampaikan langsung melalui pengumuman bersama oleh Kementerian Perdagangan dan Administrasi Umum Kepabeanan China pada hari Jumat (10/7/2026).
Mengutip laman Anadolu, Sabtu (11/7/2026), langkah tegas ini diambil berdasarkan Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri China dan berlaku khusus untuk jenis helium dengan kode komoditas bea cukai 2804290010.
Dalam pengumuman tersebut, pihak berwenang China sama sekali tidak menyebutkan negara tujuan tertentu, pengecualian aturan, ataupun mekanisme izin khusus. Hal ini menandakan bahwa larangan pengiriman ke luar negeri ini berlaku mutlak untuk seluruh dunia.
Selain itu, pemerintah China juga tidak memberikan alasan di balik keputusan ini, termasuk kapan batas waktu larangan tersebut akan berakhir. Segala bentuk perubahan aturan di masa depan baru akan diumumkan secara terpisah.
Mengapa Helium Sangat Penting?
Bagi masyarakat awam, helium mungkin lebih dikenal sebagai gas untuk menerbangkan balon atau pengubah suara. Namun bagi industri, helium adalah gas yang sangat penting dan strategis. Gas ini digunakan dalam pembuatan chip semikonduktor, teknologi medis, industri luar angkasa, penelitian ilmiah, hingga peralatan pertahanan negara.
Menurut data dari Badan Survei Geologi AS (USGS) dan Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST), helium cair memiliki titik didih yang sangat rendah. Karakteristik unik ini membuatnya wajib digunakan sebagai pendingin magnet superkonduktor pada mesin MRI (Magnetic Resonance Imaging) di rumah sakit serta alat penelitian canggih lainnya.
Selain itu, menurut NASA dan laporan dari industri gas seperti Air Liquide, helium juga digunakan untuk menciptakan lingkungan steril saat memproduksi chip dan kabel serat optik (fiber optic). Gas ini juga dipakai untuk mendeteksi kebocoran, mengatur tekanan sistem roket, hingga mendukung operasional pesawat luar angkasa.
Dampak Bagi Pasar Dunia
Berdasarkan informasi dari Badan Energi Internasional (IEA) dan USGS, helium komersial biasanya diambil dari cadangan gas alam, termasuk dari fasilitas yang terhubung dengan produksi gas alam cair (LNG).
Langkah China yang langsung menghentikan ekspor ini tentu memicu kekhawatiran bagi para pembeli internasional. Masalahnya, pasokan helium dengan tingkat kemurnian tinggi ini jumlahnya sangat terbatas di bumi dan tidak dapat diperbarui. Terlebih lagi, selama ini produksinya hanya terpusat di segelintir negara saja.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6