asiawebawards.com
  • 2026-08-19 05:30:25 +0000 UTC

    Aug 19, 2026

    Canggih! Robot Barista di Kafe Ini Sanggup Racik 200 Cangkir Kopi Sejam

    Jakarta -

    Kecanggihan teknologi bisa membuat operasional tempat makan lebih efektif dan efisien. Buktinya pemanfaatan robot barista ini yang bisa meracik 200 gelas dalam 1 jam.

    Membayangkan kedai kopi masa depan yang serba otomatis kini bukan sekadar fiksi. Di Beijing, China, ada kedai kopi 24 jam yang seluruh stafnya adalah robot! Saking ngebutnya, kedai ini langsung mencetak rekor dunia di hari pertama beroperasi.

    Melansir Daily Star (18/8), inovasi unik ini hadir di kompleks Galaxy SOHO, Distrik Chaoyang, Beijing. Kedai kopi ini beroperasi penuh siang dan malam tanpa campur tangan manusia. Operasionalnya mengandalkan sebuah robot barista humanoid.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Bukan sekadar pajangan berteknologi tinggi, robot ini punya etos kerja yang luar biasa. Hanya dalam 60 menit, si robot barista sukses meracik dan menyajikan 202 cangkir kopi!

    Pencapaian ini langsung diganjar Guinness World Record untuk kategori cangkir kopi terbanyak yang disajikan oleh toko berbasis robot dalam satu jam.

    Berkat kecepatan sang robot, pelanggan nggak perlu lagi antre panjang. Rata-rata waktu tunggu untuk mendapatkan segelas kopi ternyata kurang dari 30 detik.

    Sistem pesannya juga dibuat sangat mandiri. Pembeli tinggal mengutak-atik layar self-service untuk memesan, bahkan bisa pilih tingkat kemanisan dan kepekatan kopi sesuai selera. Begitu racikan selesai, robot akan meletakkan gelas di rak-rak laci kecil untuk langsung diambil.

    "Awalnya saya pikir bakal butuh waktu lama untuk dapat satu cangkir kopi. Tapi ternyata pas saya masuk, kopinya hampir langsung jadi," ujar salah satu pelanggan yang takjub dengan pelayanan super cepat tersebut.

    Menariknya, penampilan si robot juga dibuat kekinian ala anak skena. Ia didandani memakai sweater abu-abu putih, topi abu-abu, headphone, serta kalung rantai perak.

    Meski gayanya hypebeast, beberapa pengunjung sempat salah fokus karena robot ini tidak mengenakan bawahan celana.

    Posisi Barista Manusia Terancam?

    Hadirnya robot pembuat kopi yang efisien ini tentu memunculkan tanda tanya: apakah profesi barista manusia pelan-pelan akan tergantikan?

    Dr. Leonora Risse, seorang ekonom dari Queensland University of Technology Australia, memberikan pandangannya. Ia menyebutkan bahwa robot dan Artificial Intelligence (AI) memang sangat mumpuni untuk tugas-tugas yang rutin dan berulang, seperti mengikuti resep minuman.

    Meski begitu, para pencinta kopi tampaknya tak perlu khawatir kehilangan unsur kehangatan dari kedai kopi langganan mereka. Dr. Risse menekankan ada satu hal yang tak akan pernah dimiliki mesin: interaksi manusia.

    "Inti dari pekerjaan hospitality adalah interaksi antar-manusia. Keahlian yang membuat kita menjadi manusia seperti empati, kepedulian, dan kecerdasan emosional adalah hal-hal yang tidak bisa kita serahkan pada robot dan otomatisasi," pungkas Dr. Risse.

    Jadi, meskipun robot di Beijing ini jago meracik kopi dalam hitungan detik, obrolan santai dan senyuman ramah dari barista manusia tetap menjadi juara di hati para penikmat kopi.

    (adr/adr)

    2026-08-19 05:30:25 +0000 UTC