Cak Imin Puji Sarmuji Berani Kritik NU: Kita Sama-sama Tak Ingin NU Salah Jalan
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat membuka pertandingan persahabatan menjelang Final Mini Soccer Tournament Panji Bangsa dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di BRIlian Stadium, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).
"Pak Sarmuji, yang paling kontekstual adalah Sekjen Golkar yang berani mengkritik NU," ujar Cak Imin.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Cak Imin: Semua Ingin Perbaikan, Mutlak Perubahan
Menurut Cak Imin, dirinya dan Sarmuji sama-sama berasal dari kalangan Nahdliyin sehingga memiliki kepedulian terhadap arah perjalanan organisasi. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bertujuan melemahkan NU, melainkan sebagai bentuk kecintaan terhadap organisasi.
"Jadi sama, saya dan Pak Sarmuji sama-sama orang NU yang tidak ingin NU salah jalan," katanya.
Ia juga berkelakar bahwa tidak banyak politisi yang berani menyampaikan kritik terhadap NU. Meski demikian, ia menilai kritik yang konstruktif tetap diperlukan demi kemajuan organisasi.
"Ini agak aneh, ya. Politisi yang mengkritik itu ada. Tapi oke, kita inginnya yang terbaik," ujarnya.
Sebelumnya, Cak Imin telah menyuarakan perlunya pembaruan kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, NU membutuhkan figur pemimpin baru yang mampu menghadirkan perubahan bagi organisasi.
"Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh. Karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," ujar Cak Imin dalam kesempatan sebelumnya.
Pandangan serupa mengenai posisi strategis NU juga pernah disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, dalam forum diskusi bertajuk Bincang-bincang Menjelang Muktamar NU: NU Masa Depan dan Masa Depan NU di Jakarta, 2 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, Sarmuji menilai NU perlu memperkuat perannya sebagai kekuatan civil society yang memberikan panduan moral dan kebangsaan kepada negara, tanpa terlalu larut dalam politik praktis.
Menurutnya, NU tidak perlu terlalu disibukkan dengan dinamika politik elektoral, melainkan lebih fokus memainkan peran strategis dalam menjaga arah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: Gus Ipul Dukung Cak Imin soal Pergantian Pimpinan NU yang Baru pada Muktamar ke-35 di Tambakberas Jombang
Ia juga berharap NU mengurangi keterlibatannya dalam apa yang disebutnya sebagai "politik kecil" dan lebih memperkuat kontribusi dalam "politik besar", yakni politik kebangsaan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Sejumlah dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU belakangan memunculkan berbagai pandangan mengenai arah kepemimpinan organisasi, termasuk munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut akan maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Forum muktamar mendatang dijadwalkan menjadi arena tertinggi bagi warga NU untuk menentukan kepemimpinan serta arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan.