Jakarta -
Setiap merek air mineral memiliki rasa berbeda, mulai dari hambar hingga manis. Pakar menyebut hal ini dipengaruhi takaran komposisi mineralnya.
Pernahkah kamu merasakan kalau beda merek air mineral, maka beda pula rasanya? Ada yang terasa menyegarkan dengan sentuhan manis, tapi ada juga yang hambar, bahkan meninggalkan cecapan pahit di lidah.
Banyak orang mengira hal tersebut merupakan sugesti atau akibat penambahan zat aditif tertentu. Padahal, fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah melalui pendekatan ilmu kimia dan sensori.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc, yang merupakan Guru Besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), menjelaskan bahwa air murni atau H2O sejatinya tidak memiliki rasa sama sekali.
Dalam unggahan Instagram (26/8), Prof Zulys menjelaskan, melalui pengujian organoleptik, air murni cenderung diklasifikasikan memiliki rasa yang hambar.
Rasa pada air kemasan di pasaran kemudian muncul karena produk tersebut adalah air mineral, bukan air murni.
Saat mengalir menembus lapisan batuan dalam bumi, air secara alami melarutkan berbagai mineral seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium, bikarbonat, dan klorida.
Rasa air bisa berbeda-beda karena produknya merupakan air mineral bukan iar murni. Foto: Instagram/Prof.Zulys / iStock
"Nah, di sinilah kimianya menjadi menarik. Dalam ilmu sensori, setiap ion memiliki karakter rasa yang berbeda," jelas Prof Zulys.
Misalnya, kombinasi bikarbonat, kalsium, dan magnesium pada takaran seimbang akan menghasilkan sensasi segar, ringan, dan manis alami.
Rasa manis tersebut murni berasal dari interaksi mineral dengan lidah, bukan penambahan gula maupun pemanis buatan.
Namun, keseimbangan komposisi mineral memegang peranan krusial. Profesor Zulys memaparkan bahwa magnesium dan kalsium yang terlalu tinggi justru membuat air terasa berat ketika diminum dan berisiko meninggalkan sisa rasa pahit.
Rasa air putih yang berbeda juga disebabkan karena ion di dalamnya punya karakter berbeda. Foto: Instagram/Prof.Zulys / iStock
"Sementara natrium dan klorida yang berlebih dapat memberikan rasa asin. Jadi ketika Anda berkata air ini kok lebih enak, sebenarnya lidah Anda sedang bertindak seperti alat analisis kimia alami yang mampu mengenali perbedaan komposisi mineral," kata Prof Zulys.
Riset sensori membuktikan bahwa konsumen lebih menggemari air dengan komposisi mineral seimbang karena terasa lebih ringan dan menyegarkan tenggorokan.
Kondisi ini secara tidak sadar mendorong seseorang untuk minum lebih banyak sehingga tingkat hidrasi tubuh menjadi optimal.
Untuk mengetahui kandungan pasti pada air konsumsi harian, masyarakat disarankan membaca label komposisi pada kemasan secara teliti. Air mineral dengan kualitas baik akan selalu mencantumkan jenis dan takaran mineralnya dengan sangat transparan.
(Beta Lukitasari Wijaya/adr)