Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, sayap belakang atau rear wing pada mobil mungkin hanya dianggap sebagai aksesori untuk memperkuat tampilan. Namun, dalam dunia otomotif, komponen tersebut juga memiliki sejarah panjang dalam mendukung performa dan aerodinamika kendaraan.
Menariknya, sejumlah produsen bahkan menghadirkan desain rear wing yang begitu besar dan khas hingga menjadi identitas dari sebuah model.
Mulai dari spoiler kecil hingga sayap berukuran besar dengan teknologi aerodinamika aktif, semuanya pernah menghiasi mobil produksi.
Dikutip dari Carscoops, Jum’at (11/9/2026), perkembangan rear wing pada mobil produksi telah berlangsung selama beberapa dekade. Salah satu tonggak awalnya adalah Dodge Charger generasi pertama.
Berawal dari Dodge Charger
Dodge Charger generasi pertama menjadi salah satu model yang ikut mempopulerkan penggunaan spoiler belakang di Amerika Serikat.
Mobil yang berdesain bodi fastback ini menghasilkan gaya angkat yang kurang menguntungkan ketika digunakan dalam ajang NASCAR.
Dodge kemudian memasang lip spoiler berukuran kecil untuk membantu mengatasi persoalan tersebut sekaligus memenuhi kebutuhan homologasi balap.
Menariknya pada 1967, Charger menjadi mobil produksi Amerika pertama yang ditawarkan dengan spoiler belakang.
Hingga perkembangan desain tersebut kemudian semakin ekstrem. Dodge Charger Daytona 1969 dan Plymouth Superbird 1970 hadir dengan sayap belakang berukuran sangat besar yang langsung menjadi ciri khas keduanya.
BMW 3.0 CSL hingga Lamborghini Countach
Desain ekstrem juga terlihat pada BMW 3.0 CSL yang dikenal dengan julukan Batmobile. Mobil yang memiliki spoiler di atas kaca belakang sekaligus sayap besar yang dipasang pada bagian bagasi.
Menariknya, sayap besar tersebut belum legal untuk digunakan di jalan raya Jerman. Karena itu, komponen tersebut dikirim di dalam bagasi dan pemilik dapat memasangnya sendiri.
Sementara itu, Lamborghini Countach menawarkan kombinasi desain agresif dan performa. Sayap belakang opsional pada model tersebut bahkan disebut membuat kecepatan maksimumnya berkurang sekitar 10 mph atau 16 km/jam.
Meski demikian, secara visual, komponen tersebut justru semakin memperkuat karakter Countach.