BPS: Progres Sensus Ekonomi di Tulungagung capai 45 persen - ANTARA News Jawa Timur
Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mencatat progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayahnya telah mencapai sekitar 45 persen.
"Kami menargetkan pendataan terhadap sekitar 506 ribu kepala keluarga, termasuk pelaku usaha di Kabupaten Tulungagung," kata Kepala BPS Tulungagung Dyah Sari Prihantari di Tulungagung, Sabtu.
Sensus Ekonomi berlangsung selama 2,5 bulan dan ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2026.
Menurut Dyah, capaian pendataan hingga pertengahan Juli masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Selama sekitar satu bulan pelaksanaan, data yang berhasil dihimpun telah mencapai sekitar 45 persen.
Ia menjelaskan hasil sementara menunjukkan struktur ekonomi Tulungagung masih didominasi sektor industri, sebagaimana kondisi lima tahun sebelumnya.
"Perubahan struktur ekonomi suatu wilayah membutuhkan waktu yang panjang, bahkan dalam kurun 10 tahun belum tentu berubah secara signifikan," ujarnya.
Dyah menjelaskan sektor industri tidak hanya mencakup perusahaan berskala besar, tetapi juga usaha kecil seperti industri pengolahan makanan, usaha makanan dan minuman, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain sektor industri, perekonomian Tulungagung juga ditopang sektor perdagangan dan pertanian sebagaimana tercermin dalam data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
"Selama lima tahun terakhir struktur ekonomi Tulungagung masih didominasi sektor industri, perdagangan, dan pertanian, hanya proporsinya yang mengalami perubahan," katanya.
Dalam pelaksanaan sensus, BPS masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya masih adanya warga yang khawatir data pribadinya disalahgunakan saat proses pendataan.
Untuk mengatasi hal tersebut, BPS menggandeng pemerintah desa agar masyarakat lebih percaya dan bersedia memberikan data kepada petugas sensus.
"Meskipun ada kendala, pelaksanaan sensus sejauh ini masih kondusif. Dukungan perangkat desa juga sangat membantu kelancaran pendataan," ujar Dyah.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.