asiawebawards.com
  • 2026-07-13 22:45:36 +0000 UTC

    Jul 13, 2026

    BKKBN Bali: Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Selaras Budaya dan Peran Pria |Republika Online

    REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Bali menilai Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sangat sesuai dengan peran pria dari sudut budaya di Bali. Gerakan ini dinilai sejalan dengan nilai-nilai lokal yang menempatkan ayah sebagai pembimbing utama keluarga.

    Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, di Denpasar, Senin, menyatakan bahwa di Bali, nilai ini selaras dengan budaya yang menempatkan ayah sebagai sosok yang tidak hanya bertanggung jawab mencari nafkah, tetapi juga membimbing, mewariskan nilai, adat, dan dharma kepada generasi berikutnya.

    Sukardiasih melihat gerakan ini sudah dilakukan oleh banyak ayah di Bali pada hari pertama tahun ajaran 2026 yang berlangsung pagi tadi. Meski tetap banyak juga ibu yang mengantar anak, yang paling penting dari GAMAS adalah kesadaran para ayah untuk mengasuh dan mendidik anak.

    “Dari pantauan kami di sejumlah sekolah dan laporan dari berbagai daerah di Bali, terlihat peningkatan keterlibatan ayah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Memang belum dapat dikatakan mendominasi, karena masih banyak ibu yang juga mengantar anak, tetapi yang menggembirakan adalah semakin banyak ayah yang hadir secara langsung,” ujarnya.

    Komitmen dan Investasi Masa Depan Anak

    Kemendukbangga/BKKBN Bali memandang kehadiran ayah di hari pertama sekolah merupakan simbol komitmen untuk terus terlibat dalam tumbuh kembang anak, bukan hanya pada hari itu, tetapi juga dalam keseharian mereka. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan di Bali dinilai banyak berkontribusi terhadap perkembangan emosional, prestasi belajar, hingga pembentukan karakter anak.

    Oleh karena itu, investasi waktu beberapa saat di pagi hari merupakan investasi yang sangat bernilai bagi masa depan anak sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas. “Semangat budaya inilah yang ingin terus kita hidupkan melalui GAMAS,” ucap Sukardiasih.

    Fleksibilitas Kerja untuk Pengasuhan

    Terkait potensi benturan waktu kerja seorang ayah dengan jam sekolah anak di pagi hari, Kemendukbangga/BKKBN Bali memandang bahwa keduanya tidak perlu dipertentangkan. Justru yang dibutuhkan adalah keseimbangan antara tanggung jawab sebagai pekerja dan sebagai orang tua.

    Untuk itu, Sukardiasih menyambut baik Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN tentang GAMAS yang kemudian diperkuat dan diterjemahkan pemerintah daerah dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Bali mengenai fleksibilitas jam kerja ASN pada hari pertama sekolah.

    Hari ini, banyak instansi memberikan ruang bagi para ayah untuk menjalankan peran pengasuhan tanpa mengabaikan tugas kedinasannya. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pengasuhan anak bukan hanya urusan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

    “Fleksibilitas yang diberikan bukan berarti mengurangi produktivitas ASN, melainkan memberi kesempatan kepada orang tua, khususnya ayah, hadir pada momen yang sangat penting bagi perkembangan emosional anak,” ujarnya. Karena itu, GAMAS tidak mendorong orang tua meninggalkan pekerjaan, melainkan mengajak institusi memberikan ruang melalui pengaturan kerja yang lebih fleksibel pada momen-momen penting keluarga.

    Konten ini diolah dengan bantuan AI.

    sumber : antara

    2026-07-13 22:45:36 +0000 UTC