asiawebawards.com
  • 2026-07-17 10:42:41 +0000 UTC

    Jul 17, 2026

    BI: Ketahanan likuiditas bank tetap terjaga untuk dukung intermediasi

    BI: Ketahanan likuiditas bank tetap terjaga untuk dukung intermediasi

    Jumat, 17 Juli 2026 17:42 WIB

    Image Print

    Arsip foto - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt/pri. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

    Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) memandang ketahanan likuiditas perbankan tetap terjaga untuk mendukung target intermediasi, tercermin dari pergerakan INDONIA atau suku bunga pasar uang antarbank overnight yang mengalami penurunan.

    BI mencatat, INDONIA sempat mencapai 6,62 persen pada 18 Juni 2026, kemudian turun menjadi 6,17 persen pada 16 Juli 2026.

    “Penurunan INDONIA mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank sehingga kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    Lebih lanjut, catat BI, kondisi ini dipengaruhi strategi ekspansi likuiditas oleh bank sentral melalui berbagai instrumen moneter seperti repurchase agreement (repo), swap, dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

    Per 16 Juli 2026, ekspansi likuiditas BI melalui operasi moneter tercatat sebesar Rp837,11 triliun. Strategi ekspansi tersebut juga mendukung pertumbuhan uang primer (M0) yang terjaga double digit, yaitu 12,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir Juni 2026.

    Destry menyampaikan, BI juga terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar hambatan distribusi likuiditas antar bank dapat teratasi dengan risiko yang terkelola dengan baik.

    Selain itu, upaya pengembangan pasar uang juga terus dilakukan berkolaborasi dengan asosiasi pasar, perbankan, dan otoritas lainnya, agar tercipta pasar uang yang dalam, likuid, dan efisien.

    Surveilans dan pengawasan terus diperkuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar.

    “Ke depan, Bank Indonesia akan terus memonitor dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Destry.

    Menurutnya, strategi ini juga terus diperkuat agar distribusi likuiditas antarbank terjaga baik sehingga dapat mendukung proses proses pembentukan suku bunga secara efisien dan memperkuat efektivitas kebijakan moneter.

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BI: Ketahanan likuiditas bank tetap terjaga untuk dukung intermediasi

    Pewarta : Rizka Khaerunnisa
    Editor: Sutarmi
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    2026-07-17 10:42:41 +0000 UTC