asiawebawards.com
  • 2026-07-17 13:52:05 +0000 UTC

    Jul 17, 2026

    BGN masih kaji wacana anak orang kaya tak lagi terima MBG

    BGN masih kaji wacana anak orang kaya tak lagi terima MBG

    Jumat, 17 Juli 2026 20:52 WIB

    Image Print

    Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Trenggono menjawab pertanyaan wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)

    Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan masih mengkaji ihwal wacana anak dari kelompok ekonomi mampu tidak lagi menjadi penerima program Makan Gizi Gratis (MBG).

    “Itu masih kita kaji lagi. Memang sudah ada wacana ke sana, tapi masih kita kaji lagi,” kata Wakil Kepala BGN Trenggono saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

    Trenggono belum memerinci kriteria penerima manfaat MBG ke depan, termasuk kelompok desil maupun jenis sekolahnya. Namun, ia menekankan bahwa program itu akan diprioritaskan kepada kelompok yang membutuhkan.

    Menurut dia, kajian tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan, bersamaan dengan evaluasi terhadap berbagai aspek lain dalam pelaksanaan program sesuai tenggat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.

    “Hasilnya akan disampaikan setelah kajian kita selesai. Semua ini masih kita adakan pengkajian dulu,” ucapnya.

    Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mengkaji ulang sasaran program MBG agar lebih diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan, termasuk masyarakat di desil bawah dan daerah rawan stunting.

    Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan Presiden meminta seluruh masukan terkait pelaksanaan MBG dikaji terlebih dahulu sebelum pemerintah mengambil keputusan.

    “Beliau mendengarkan semua masukan dari semua peserta rapat yang hadir tadi, ada usulan yang macam-macam,” kata Agustina usai menghadap Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/7).

    Menurut dia, Presiden mengarahkan agar program tersebut lebih difokuskan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

    “Yang perlu diefisienkan, yang tidak harus menerima lagi program MBG, ya, silakan tidak usah menerima lagi, tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang bervalensi stunting-nya tinggi silakan diberikan,” katanya.

    Arahan tersebut, imbuh Agustina, menjadi dasar bagi BGN untuk melakukan pembenahan pelaksanaan program MBG yang menjangkau jutaan penerima manfaat.

    Pewarta : Fath Putra Mulya
    Editor: Victorianus Sat Pranyoto
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    2026-07-17 13:52:05 +0000 UTC