BGN langsung investigasi pascainsiden MBG di Jember
BGN langsung investigasi pascainsiden MBG di Jember
Jumat, 17 Juli 2026 20:40 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Trenggono menjawab pertanyaan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono mengatakan lembaganya langsung menurunkan tim untuk menginvestigasi insiden siswa di Jember, Jawa Timur, mengalami gangguan pencernaan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Trenggono saat ditemui setelah rapat dengan Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, menegaskan bahwa BGN berkomitmen untuk langsung menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Langsung kita atasi, ya. Kita investigasi ke sana dan nanti kita akan berikan tindakan ke sana,” ujar dia.
Tim Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Jember dilaporkan telah melakukan inspeksi mendadak untuk mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, pada Kamis (16/7).
“Langkah itu diambil menyusul adanya laporan khususnya anak-anak yang mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap menu makanan dari program tersebut,” kata Ketua Satgas MBG Jember Akhmad Helmi Luqman.
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang dihimpun di lapangan, gejala gangguan pencernaan tidak terjadi seketika, tetapi berselang beberapa hari setelah pendistribusian makanan.
“Satgas mengambil langkah preventif dan penanganan medis secara menyeluruh untuk memastikan anak-anak di taman kanak-kanak dan madrasah ibtidaiah kondisi kesehatannya kembali membaik,” katanya.
Anak-anak sudah mendapatkan perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Sukorejo, Puskesmas Paleran, RSUD Balung, serta beberapa klinik swasta terdekat.
“Sesuai instruksi Bupati Jember, seluruh biaya pengobatan anak-anak tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah alias gratis hingga sembuh,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Satgas MBG Jember menerapkan sanksi administratif berupa penghentian sementara operasional SPPG Karangsono.
Penutupan sementara akan diberlakukan hingga pemeriksaan sampel makanan di laboratorium selesai serta adanya perbaikan menyeluruh terhadap sistem higienitas, kualitas penyajian, dan pemenuhan izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) oleh SPPG.
“Dari hasil investigasi bersama BPOM, dinas kesehatan, dan puskesmas setempat, ditemukan adanya indikasi pelanggaran prosedur dalam proses distribusi dan penyajian makanan di SPPG Karangsono tersebut,” imbuhnya.
Pewarta : Fath Putra Mulya
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026