asiawebawards.com
  • 2026-07-18 15:52:54 +0000 UTC

    Jul 18, 2026

    Beragam tarian khas daerah jadi pembuka Banyuwangi Ethno Carnival - ANTARA News Jawa Timur

    Banyuwangi (ANTARA) - Beragam tarian khas daerah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menjadi pembuka dan menggugah kemeriahan parade Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), pada Sabtu.

    Festival parade busana etnik ini diawali dengan kesenian Kuntulan Ewon, dilanjutkan dengan parade Tari Seblang, Gandrung, Jaranan Butho dan barong yang disajikan kolosal.

    "Globalisasi tidak boleh menyingkirkan budaya, tradisi dan nilai-nilai luhur yang terwariskan oleh nenek moyang kita, justru kemajuan haruslah menjadi medium untuk terus melestarikan budaya kita," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam sambutannya agenda BEC 2026.

    Agenda BEC tahun ini, lanjut dia, mengusung tema "Perang Bayu" dan menjadikan parade busana etnik tak hanya spektakuler, namun mengandung pesan historis yang kuat.

    "Episode sejarah terpenting dalam derap kehidupan rakyat Blambangan itu menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan," kata Ipuk.

    Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi, Hasan Basri menyampaikan bahwa nilai-nilai lokal harus tetap berdaulat di tengah kemajuan zaman.

    "BEC ini adalah etalase utama untuk menunjukkan keindahan budaya Banyuwangi di panggung dunia," katanya.

    Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat (PD AMAN) Osing, Banyuwangi, Wiwin Indiarti memaparkan Perang Bayu adalah salah satu perang penting melawan kolonialisme, dan Kerajaan Blambangan menunjukkan kegigihan yang luar biasa untuk menjaga kedaulatannya.

    "Nilai-nilai kegigihan perjuangan dalam Perang Bayu ini harus direvitalisasi dengan baik. BEC menjadi titik awal yang baik untuk menggugah kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga tanah air, budaya dan alam kita, sebagaimana dulu Rempeg Jogopati dan ribuan rakyat Blambangan rela mati demi kemerdekaan bangsa," katanya.
     

    Agenda Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Banyuwangi, jawa Timur. Sabtu (18/7/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto


    Dari pantauan, parade Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 berlangsung spektakuler, beragam busana mengusung konsep fashion carnival itu kembali menegaskan perpaduan selera global dengan keluhuran lokalitas dapat tersaji dengan apik.

    Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses menyihir ribuan penonton pada event yang telah memasuki tahun ke-14 itu.

    Seratusan talenta dengan aneka kostum bertema "Perang Bayu" memukau para wisatawan yang datang, dan mereka berjalan di sepanjang 2 kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani.

    Pada tahun ini, BEC dihadiri oleh Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementarian Pariwisata RI, serta beberapa tokoh nasional dari unsur pemerintahan pusat, DPR RI, petinggi BUMN hingga swasta.

    BEC 2026 juga disaksikan oleh delegasi perwakilan negara anggota ASEAN, negara East Asia Summit (EAS) serta anggota Pacific Islands Forum (PIF).

    Pewarta: Novi Husdinariyanto
    Editor : Vicki Febrianto
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-18 15:52:54 +0000 UTC