asiawebawards.com
  • 2026-07-11 03:07:42 +0000 UTC

    Jul 11, 2026

    Awas Gatal karena Kamitetep! Kenali Tanda dan Cara Medis Mengatasinya

    Daftar Isi

    Jakarta -

    Kamitetep dikenal sebagai serangga yang sering menempel di dinding atau sudut rumah dengan selubung yang menyerupai kantong kecil. Meski umumnya tidak berbahaya, kontak dengan beberapa jenis kamitetep dapat memicu rasa gatal.

    Penting untuk mengenali tanda-tanda karena paparan kamitetep. Ketahui juga cara penanganan yang tepat.

    Mengenal Kamitetep

    Nama ilmiah kamitetep adalah Phereoeca uterella atau seringkali disebut casebeaer caterpillar. Menurut pakar ilmu serangga dan hama tumbuhan dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Ir Edhi Martono, Ph.D, Kamitetep merupakan fase larva dari serangga sejenis ngengat yang mengalami metamorfosis mirip kupu-kupu.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Seekor induk dewasa akan bertelur sebanyak 200 butir telur dengan waktu menetas sekitar 10 hari atau lebih. Setelah menetas, muncul larva yang hidup sekitar 50 hari," jelas Prof Edhi.

    Tidak banyak riset mengenai hewan ini karena kamitetep dianggap sebagai serangga yang mengganggu. Biasanya, kamitetep ditemukan di dinding rumah yang kondisinya tidak terlalu lembap maupun terlalu kering.

    "Berbeda dengan wereng misalnya, semua orang bicara tentang wereng. Kemudian kemarin ada yang menyerang jagung dan sebagainya, itu banyak yang dicari soal itu," katanya kepada detikcom.

    Kamitetep sebenarnya tidak menggigit, tetapi dapat memicu rasa gatal. Prof Edhi mengatakan, gatal setelah terpapar kamitetep disebabkan oleh debu dan kotoran yang membentuk selubung larvanya. Serangga ini tidak mengeluarkan racun.

    "Kalau dia beracun, maka dia itu mesti mempunyai cara untuk membuat racun itu sampai kepada lawannya. Dia kan tidak menyemprotkan, dia tidak menggigit," jelasnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Gejala Gatal akibat Paparan Kamitetep

    Karena pemicu gatal berasal dari kontak dengan debu dan kotoran pada kamitetep, gejalanya bisa berbeda dengan gatal biasa. Menurut praktisi kesehatan kulit, Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, Subsp. O.B.K., FINSDV, FAADV, beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

    • Kemerahan yang melebar pada kulit.
    • Gatal pada area kulit yang kemerahan.
    • Pembengkakan.
    • Iritasi atau nyeri pada kulit.

    "Kamitetep dapat menyebabkan gejala-gejala pada kulit, serangga ini juga dapat menimbulkan reaksi alergi," jelas dr Darma, sapaan akrabnya.

    Seorang mahasiswi di Denpasar, Dwi Kukuh Wandari menceritakan gejala yang dialaminya setelah terpapar kamitetep. Reaksi pertama yang muncul adalah rasa gatal pada tangan dan badan, disertai bentol-bentol kemerahan.

    "Bentolnya itu kayak satu-satu gitu lo, kayak ada titik di tengahnya gitu. Tapi aku nggak tahu itu warna hitam atau merah soalnya udah lama. Habis itu nggak pernah kena lagi soalnya," kata Wanda, yang mengaku memiliki kulit sensitif.

    Cara Mengatasi Gatal akibat Paparan Kamitetep

    Menurut dr Darma, pertolongan pertama setelah terpapar kamitetep adalah segera mencuci bagian tubuh yang terkena dengan air dan sabun. Kompres dingin juga dapat membantu mengurangi rasa gatal maupun nyeri. Selain itu, hindari menggaruk kulit karena dapat memperparah gejala.

    "Jika keluhan memburuk, segera berobat ke dokter," saran dr Darma.

    dr Darma juga tidak menyarankan penggunaan minyak aromaterapi untuk mengatasi gatal akibat paparan kamitetep. Penggunaan salep antiradang sebaiknya dilakukan atas anjuran tenaga kesehatan.

    "Biar nggak dicoba macam-macam, malah bisa jadi iritasi," saran dr Darma.

    (elk/elk)

    2026-07-11 03:07:42 +0000 UTC