Astrid Widayani ajak masyarakat jaga warisan budaya lewat Festival Tosan Aji
Astrid Widayani ajak masyarakat jaga warisan budaya lewat Festival Tosan Aji
Jumat, 10 Juli 2026 20:55 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak masyarakat menjaga warisan budaya lewat Festival Nyawiji Tosan Aji Surakarta yang diselenggarakan di Halaman Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak masyarakat menjaga warisan budaya lewat Festival Nyawiji Tosan Aji Surakarta yang diselenggarakan di Halaman Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat.
Ia mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari langkah nyata melestarikan warisan budaya Jawa sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
“Malam ini kita bisa melihat sebuah warisan, sebuah amanah yang harus kita jaga bersama, kita rawat, dan kita kembangkan. Tosan aji, khususnya keris, tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan, keberanian, serta harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” katanya.
Ia juga menyambut baik semangat nyawiji (bersatu) yang diusung oleh para pelaku budaya. Menurutnya, komitmen dan kesadaran penuh dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan agar benda pusaka seperti keris tidak sekadar menjadi barang simpanan atau pajangan.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bisa menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya agar tetap hidup di tengah masyarakat, terutama untuk generasi penerus kita. Keris juga mengajarkan tentang era kepemimpinan dan sejarah kerajaan zaman dulu yang bisa diwariskan hingga saat ini,” katanya.
Ia berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran dan silaturahmi antar-pemerhati, melainkan juga mampu bertransformasi menjadi ruang edukasi, inovasi ekonomi kreatif, serta wadah regenerasi pelaku budaya.
Sebagai kota yang disorot memiliki potensi besar sebagai pusat budaya nasional, Surakarta terus memperkuat posisinya sebagai destinasi budaya utama guna menarik kunjungan wisatawan, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
“Melalui kegiatan budaya seperti ini, kita juga menggerakkan sektor ekonomi, khususnya UMKM di industri kreatif. Ini bukan hanya nostalgia masa lalu, tetapi merupakan bekal kita untuk membangun masa depan,” katanya.
Disinggung soal upaya konkret Pemkot Surakarta ke depan dalam melestarikan benda pusaka dan tradisi tersebut, Astrid menegaskan bahwa program-program penguatan karakter akan terus ditingkatkan dan diamplifikasi.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperbanyak berbagai bentuk kegiatan pembelajaran dan edukasi, termasuk mengupayakan agar nilai-nilai luhur budaya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tradisi dan tata laku.
“Mudah-mudahan dengan berbagai upaya edukasi ini, kita bisa mewujudkan karakter masyarakat yang kuat, sehingga generasi muda kita tidak pernah lupa akan jati diri bangsanya,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.