Apa Itu Unified Memory? Apa Bedanya dengan RAM Pada Umumnya?
Belakangan ini kita sering mendengar istilah Unified Memory sebagai standar arsitektur baru yang digunakan pada laptop mau pun mini-PC. Istilah penamaan memori terpadu ini sejatinya masih menggunakan teknologi yang sama seperti kebanyakan PC atau laptop pada umumnya, yaitu kehadiran CPU, GPU, RAM, dan NPU.
Tapi, mengapa jenis arsitektur baru ini malah menjadi pembicaraan panas di kalangan antusias laptop gaming dan workstation? Apa perbedaan antara memory (RAM) jenis lama dan juga memori baru? Mari kita bahas di artikel kali ini brott.
Apa Itu Unified Memory? Jenis RAM Baru?

Sebenarnya kalau menganggap kalau penggunaan Unified Memory itu berarti ia menggunakan jenis RAM berbeda dari DDR, maka anggapan itu sebenarnya salah besar. Karena pada dasarnya, mau diberi nama apapun, ia tetaplah masih menggunakan jenis LPDDR5. Yang berbeda adalah bagaimana cara menyajikan jenis memori ini ke dalam sebuah sistem.
Di sistem komputer konvensional, RAM akan ditempatkan pada modul terpisah di motherboard. Biasanya berada pada jarak yang tidak begitu dekat dengan prosesor. Otomatis, terdapat latensi atau jeda dalam pemrosesan data yang berakibat pada performa yang lebih rendah.
Tugas, RAM dalam kondisi ini adalah menyimpan sementara data pemrosesan dari dan ke prosesor. Tugas RAM akan selesai begitu suatu data tersebut sudah keluar dari pool memori dan akan diisi dengan data baru yang akan diproses lagi.
Sedangkan untuk jenis memori terpadu, perbedaan utamanya terletak pada akses terhadap RAM itu sendiri. Kalau kalian tidak tahu, GPU atau unit pemrosesan gambar dan video juga memiliki memori terpisah sendiri yang tugasnya hanya pemrosesan gambar. Namanya adalah VRAM. Unified Memory sendiri berarti menggabungkan RAM prosesor dan VRAM GPU menjadi satu kesatuan dalam satu pool (kolam) yang sama.
Bagaimana cara menggabungkan dua jenis komponen yang harus menggunakan RAM berbeda ini tetap memakai 1 kolam memori saja? Ya, jawabannya adalah dengan menggabungkan CPU dan GPU ke dalam 1 paket chip yang biasa disebut SoC (system on chip).
Keuntungan Unified Memory

Berdasarkan penjelasan di atas, berarti arsitektur memori ini mengizinkan fleksibilitas dalam mengakses jumlah RAM yang tersedia. Anggap saja ketika kamu memainkan game triple A dengan settingan tekstur rata kanan, berarti game memerlukan VRAM dalam jumlah banyak.
Unified Memory mengizinkan game untuk mengakses RAM dari kolam yang tersedia dan tidak terbatas pada konfigurasi yang sudah ditetapkan vendor dan model GPU. Sebaliknya juga demikian, ketika prosesor memerlukan proses data dalam jumlah besar dan tidak perlu VRAM, maka alokasi kolam tadi akan digunakan sebagai RAM biasa.
Selain itu, pemrosesan yang dilakukan juga bisa lebih cepat karena tidak ada lagi proses copy untuk GPU atau pun sebaliknya. Jadi, seluruh task akan terasa sangat instan atau setidaknya lebih cepat dari laptop/PC dengan RAM konvensional.
Namun yang manfaat yang paling terasa adalah keiritan penggunaan listrik. Dikarenakan nihilnya proses pindah keluar masuk data lewat copy, maka ia akan memiliki konsumsi listrik yang rendah. Ini bisa menjadi fitur menarik bagi laptop bertenaga yang juga mampu bertahan seharian.
Kekurangan Unified Memory

Tentu sistem seperti ini bukan sempurna. Dikarenakan teknologi ini masih tergolong baru, maka adopsinya juga masih sedikit. Otomatis, harga produksi juga masih tinggi dibandingkan menggunakan arsitektur RAM DIMM atau SoDIMM.
Alasan lain yang membuat pembeli agak ragu sebenarnya karena jumlah RAM yang sudah “fixed” dalam sebuah sistem. Karena sudah menjadi bagian dari sebuah SoC, opsi untuk melakukan upgrade RAM tidak bisa dilakukan. Belum lagi vendor biasanya mematok harga yang cukup tinggi untuk varian RAM lebih tinggi. Bagi yang punya bajet pas-pasan rasanya akan pikir panjang untuk mengeluarkan uang lebih demi kapasitas RAM yang harganya di atas rata-rata.
Dari segi teknis, jenis memori ini juga akan menimbulkan rebutan resource. Dikarenakan hanya ada 1 kolam memori, jika GPU membutuhkan VRAM terlampau besar, maka di kondisi kolam yang pas-pasan akan membuat sisa memori tersedia kurang optimal untuk pengoperasian sistem.
Kesimpulan
Pada akhirnya, kehadiran arsitektur ini berarti adanya pergeseran pengguna yang kini mementingkan mobilitas, performa, dan daya tahan baterai dalam satu perangkat. Maka dari itu, berbagai brand seperti Apple (M-series), AMD (Strix Halo), dan bahkan NVIDIA (RTX Spark) sudah mulai merilis beberapa produk dengan jenis memori ini. Menurut kamu gimana? Apakah ia merupakan masa depan laptop gaming?
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].