Anggur vs Apel, Mana yang Lebih Baik Untuk Gula Darah? Ini Kata Ahli
Jakarta -
Anggur dan apel mungkin menjadi buah yang umum dinikmati karena enak dan bernutrisi. Namun, dari kedua ini, mana yang lebih baik untuk menjaga gula darah tetap stabil?
Kadar gula darah perlu dijaga agar tetap normal. Hal ini agar tubuh memiliki energi yang cukup dan fungsi organ vital berjalan optimal. Jika dibiarkan terlalu tinggi atau rendah, maka bisa merusak pembuluh darah dan saraf, memicu resistensi insulin, serta bisa meningkatkan risiko komplikasi fatal.
Untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, utamakan konsumsi makanan yang memang bernutrisi. Hindari konsumsi karbohidrat olahan, gorengan, makanan, atau minuman manis yang bisa memicu lonjakan gula darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, bagaimana jika mengonsumsi buah-buahan, seperti anggur dan apel yang memiliki kandungan gula alami? Sebenarnya, buah-buahan ini lebih mendukung pengelolaan gula darah daripada yang lain.
Jika harus memilih antara anggur dan apel untuk mengontrol gula darah, mana yang sebaiknya dipilih? Berikut penjelasannya menurut ahli gizi, seperti dilansir dari Prevention (21/7).
1. Pengaruh makan anggur terhadap gula darah
Mengonsumsi anggur dalam batas wajar masih aman untuk gula darah. Foto: KamranAydinov/Freepik
Ahli gizi Juliana Vocca mengungkap jika anggur merupakan buah bergizi yang bisa dinikmati oleh semua orang. Makan buah ini memang bisa meningkatkan kadar gula darah, tetapi jika dikonsumsi dalam porsi sedang dan dipadukan dengan nutrisi lain, anggur dapat aman dimasukkan dalam pola makan bergizi seimbang.
Di dalam anggur terdapat kandungan gula alami, berupa glukosa dan fruktosa, yang bisa meningkatkan kadar glukosa darah setelah dicerna dan diserap.
Namun menurut ahli Vocca, anggur punya indeks glikemik rendah hingga sedang yaitu di angka 54. Artinya buah ini dapat meningkatkan gula darah lebih lambat daripada gula olahan, tetapi lebih cepat daripada buah kaya serat, seperti beri.
2. Manfaat lain konsumsi anggur
Selain dampak terhadap gula darah, ahli Vocca menyatakan kalau anggur adalah buah yang menyehatkan jantung, ramah bagi usus, dan kaya antioksidan.
Satu porsi anggur menyediakan sekitar 15% dari nilai harian vitamin K, menjadikannya sumber vitamin larut lemak yang baik dan penting untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang. Anggur juga mengandung kalium dan serat, yang keduanya mendukung tekanan darah sehat.
Jika dibandingkan, anggur hijau dan merah, keduanya memiliki beberapa kelebihan tersendiri. Anggur merah atau ke-unguan mengandung antosianin, polifenol yang terbukti membantu melawan penyakit terkait usia, seperti gangguan neurodegenaratif, osteoporosis, dan kanker.
Sedangkan anggur hijau mengandung polifenol, terutama flavonol, yang menurut penelitian dapat memperkuat dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
3. Pengaruh apel terhadap kadar gula darah
Buah apel dianggap lebih baik karena rendah indeks glikemik. Foto: iStock
Ahli Haq menjelaskan jika apel cenderung memiliki dampak glikemik relatif rendah karena kandungan seratnya. Indeks glikemiknya berkisar antara 28 hingga 44.
Dalam satu buah apel menyediakan sekitar 20 gram karbohdirat dan sekitar 5 gram serat yang membantu memperlambat pencernaan dan mendorong peningkatakn gula darah lebih bertahap.
Ahli Haq juga merekomendasikan untuk memakan apel dengan kulitnya karena di situlah sebagian besar serat berada, termasuk pektin, serat larut yang dapat memperlambat pelepasan glukosa ke dalam aliran darah.
Kombinasi serat larut (pektin) dan air membantu memperlambat pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan mencegah lonjakan gula darah cepat.
Tetapi apel mengandung beberapa karbohidrat. Jadi, lebih baik dipadukan dengan protein atau lemak sehat, seperti selai kacang, untuk membantu menyeimbangkan kadar glukosa.
4. Manfaat mengonsumsi apel
Apel tergolong buah yang kaya nutrisi dan mampu mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Apel merupakan sumber vitamin C yang baik untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh dan produksi kolagen. Apel juga mengandung antioksidan, termasuk quercetin dan polifenol lainnya yang dapat membantu mengurangi peradangan, melindungi sel dari stress oksidatif, dan mendukung kesehatan jantung.
Selain mengurangi dampak gula darah dari apel, kandungan pektin di dalamnya juga merupakan serat prebiotik yang memberi makan bakteri usus untuk mendukung pencernaan lebih lancar dan membantu masalah sembelit.
5. Mana yang lebih baik mengontrol gula darah?
Jika tujuannya untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, ahli Haq dan Vocca sepakat bahwa apel adalah pilihan yang sedikit lebih baik daripada anggur. Hal tersebut dikarenakan kandungan serat dan air di dalam apel yang membuatnya lebih ramah terhadap gula darah.
Namun, jika anggur dikonsumsi dalam jumlah sedang atau dipadukan dengan makanan kaya protein dan lemak sehat, buah ini juga bisa masuk ke pola makan ramah gula.
Halaman 2 dari 2
(aqr/adr)