Aksi Teater di Depan KPK, Seniman Kritik Dugaan Tebang Pilih Penanganan Kasus Blueray Cargo
Saeful Anwar
| 16 Juli 2026, 19:08 WIB

Aliansi Seniman Ngeyel Indonesia menggelar aksi teatrikal bertajuk "KPK Sakit Jiwa" di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
AKURAT.CO Aliansi Seniman Ngeyel Indonesia menggelar aksi teatrikal bertajuk "KPK Sakit Jiwa" di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
Melalui pertunjukan teater, para seniman menyampaikan kritik terhadap penanganan dugaan korupsi importasi barang yang melibatkan Blueray Cargo.
Mereka menilai proses penegakan hukum belum dilakukan secara menyeluruh dan masih menyisakan sejumlah pertanyaan.
Koordinator Lapangan aksi, Pamit Andrianto, mengatakan panggung teater dipilih sebagai media untuk menyampaikan kritik terhadap kinerja KPK dalam menangani perkara tersebut.
"Kami melihat KPK sedang kehilangan nalar dalam penegakan hukum. Karena itu kami memilih panggung teater sebagai medium untuk menyampaikan kritik. Kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa ada persoalan serius dalam penanganan perkara ini. Kami tidak ingin penegakan hukum dijalankan secara tebang pilih dan hanya berhenti pada pihak-pihak tertentu," kata Pamit.
Menurutnya, masih ada sejumlah pihak yang seharusnya diperiksa namun hingga kini belum tersentuh proses penyidikan.
Pamit menyoroti munculnya nama Anggota V BPK RI dalam persidangan perkara Blueray Cargo. Namun, hingga kini, kata dia, yang bersangkutan belum dipanggil ataupun diperiksa penyidik KPK.
"Nama itu sudah muncul di persidangan, tetapi sampai sekarang belum ada langkah lanjutan dari penyidik. Hal seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keseriusan KPK dalam mengungkap perkara secara utuh," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti sekitar 20 perusahaan forwarder serta perusahaan ekspor-impor yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut namun belum diproses hukum.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Bupati Etik Suryani dan Kepala Dinas PU Sukoharjo, Sejumlah Dokumen Disita