600 peserta dari empat negara ikuti Heroes Pushbike Championship di Surabaya - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 600 peserta dari empat negara mengikuti Heroes Pushbike Championship 2026 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Minggu sebagai ajang balap pushbike untuk mengembangkan kemampuan motorik anak usia tiga hingga 10 tahun.
"Ajang ini baru pertama kali kami gelar untuk membantu perkembangan motorik anak. Pesertanya lebih dari 600 dari sekitar 40 tim seluruh Indonesia, termasuk Malaysia, Thailand, dan Jepang. Tahun depan kami targetkan lebih meriah lagi," kata penyelenggara Heroes Pushbike Championship, Achmad Arianto, di sela-sela kegiatan.
Achmad mengatakan Surabaya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan untuk memperkenalkan kota tersebut sekaligus memanfaatkan lintasan balap yang lebih luas, representatif, dan memiliki panjang sekitar 400 meter.
Ketua Panitia Heroes Pushbike Championship, Fathoni Perwira, mengatakan kejuaraan mempertandingkan 13 kategori putra dan putri usia tiga hingga 10 tahun.
"Lintasan yang panjang dan fasilitas pendukung menjadi daya tarik sehingga peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri," katanya.
Ia menyebut antusiasme olahraga pushbike di Jawa Timur terus meningkat dengan sekitar 800 anak tergabung dalam komunitas.
Peserta terbanyak berasal dari Jawa Timur, disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat, sementara peserta dari Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur juga hadir.
Fathoni mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang mempermudah proses perizinan penyelenggaraan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan unsur pengamanan yang mendukung kelancaran acara.
Menurut dia, kejuaraan tersebut turut memberi dampak ekonomi bagi Surabaya karena meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan ke destinasi wisata, pusat kuliner, dan toko oleh-oleh.
Panitia berencana menggelar kembali Heroes Pushbike Championship pada tahun depan setelah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan tahun ini.
Salah seorang orang tua peserta, M. Ryan Agani, mengatakan keikutsertaan anaknya dalam kejuaraan tersebut bertujuan melatih mental, membangun jiwa kompetitif, serta menumbuhkan semangat pantang menyerah sejak dini.
Menurut Ryan, persiapan dilakukan melalui latihan rutin, menjaga asupan makanan, berlari, serta latihan sprint dan pengenalan lintasan agar anak dapat tampil maksimal pada kategori putri kelahiran 2022.
8
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.