asiawebawards.com
  • 2026-07-17 04:15:00 +0000 UTC

    Jul 17, 2026

    6 Tanda Hipertensi Mulai Merusak Jantung yang Perlu Diwaspadai

    CNN Indonesia

    Jumat, 17 Jul 2026 11:15 WIB

    Hipertensi dapat merusak jantung tanpa disadari. Kenali enam tanda awalnya agar komplikasi serius bisa dicegah sedini mungkin.
    Ilustrasi. Hipertensi dapat merusak jantung tanpa disadari. Kenali enam tanda awalnya agar komplikasi serius bisa dicegah sedini mungkin. (iStock/GlobalStock)

    Daftar Isi

    Jakarta, CNN Indonesia --

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap dijuluki silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Padahal, tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak berbagai organ penting, termasuk jantung.

    Tekanan darah yang tidak terkontrol membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kerusakan otot jantung, penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga serangan jantung.

    Karena itu, penting untuk mengenali tanda hipertensi mulai merusak jantung agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    1. Mudah sesak napas

    Salah satu tanda hipertensi mulai merusak jantung adalah munculnya sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki atau menaiki tangga.

    Melansir Cleveland Clinic, kondisi ini terjadi karena kemampuan jantung memompa darah mulai menurun sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh tidak optimal. Jika kerusakan semakin parah, sesak napas bahkan bisa muncul saat beristirahat atau ketika berbaring.

    2. Nyeri atau rasa tertekan di dada

    Hipertensi yang berlangsung dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah koroner, yakni pembuluh darah yang memasok oksigen ke otot jantung.

    Akibatnya, aliran darah ke jantung menjadi berkurang dan memicu nyeri dada atau angina. Keluhan ini umumnya terasa seperti dada ditekan, diremas, atau terasa berat, terutama saat beraktivitas maupun mengalami stres.

    Pilihan Redaksi

    • Pengakuan Pengidap Kanker Paru soal Gejala Awal yang Dialami
    • Miliarder AS Bryan Johnson Idap Autoimun, Ambisi Sembuhkan lewat AI
    • Penyakit Jantung Bisa Terlihat dari Kuku, Ini Ciri-cirinya!

    3. Jantung berdebar atau detaknya tidak teratur

    Tekanan darah tinggi juga dapat memengaruhi sistem kelistrikan jantung. Akibatnya, detak jantung menjadi lebih cepat, tidak teratur, atau terasa berdebar.

    Bila kondisi ini terjadi berulang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, keluhan tersebut bisa menjadi tanda gangguan irama jantung atau aritmia.

    4. Mudah lelah

    Ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif, pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh ikut berkurang. Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa lelah meski hanya melakukan aktivitas sehari-hari. Jika rasa lelah berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, jangan menganggapnya sebagai kondisi yang sepele.

    5. Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki

    Mengutip Medscape, hipertensi yang berkembang menjadi gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh. Salah satu gejala yang paling mudah dikenali adalah pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai. Penumpukan cairan juga dapat menyebabkan berat badan meningkat dalam waktu singkat.

    6. Jantung membesar

    Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali membuat otot jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Lama-kelamaan, otot bilik kiri jantung dapat menebal atau membesar. Kondisi yang dikenal sebagai hipertrofi ventrikel kiri ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

    Namun, jika terus berlanjut, kemampuan jantung memompa darah akan menurun sehingga meningkatkan risiko gagal jantung dan komplikasi kardiovaskular lainnya.

    Siapa yang berisiko mengalami kerusakan jantung akibat hipertensi?

    Risiko kerusakan jantung akibat hipertensi lebih tinggi pada orang yang tekanan darahnya tidak terkontrol.

    Selain itu, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risikonya, seperti kebiasaan merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

    Cara mencegah kerusakan jantung akibat hipertensi

    Komplikasi hipertensi sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengontrol tekanan darah secara rutin. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

    • Rutin memeriksa dan mengontrol tekanan darah.

    • Minum obat antihipertensi sesuai anjuran dokter.

    • Mengurangi konsumsi garam serta makanan tinggi lemak jenuh.

    • Memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi serat.

    • Berolahraga setidaknya 150 menit per minggu.

    • Menjaga berat badan tetap ideal.

    • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.

    • Mengelola stres dengan baik serta mencukupi waktu tidur.

    Mengenali tanda hipertensi mulai merusak jantung sangat penting agar pengobatan dapat segera dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius. Jika mengalami satu atau beberapa gejala di atas, terutama disertai tekanan darah yang sulit dikendalikan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    (sac/tis)

    Add

    as a preferred
    source on Google

    [Gambas:Video CNN]

    2026-07-17 04:15:00 +0000 UTC