asiawebawards.com
  • 2026-08-04 23:00:38 +0000 UTC

    Aug 04, 2026

    5 Efek Samping Soda Diet, Faktanya Tak Lebih Sehat dari Soda Biasa

    Jakarta -

    Soda diet sering dianggap lebih sehat dari soda biasa. Faktanya, konsumsi berlebihan tetap bisa memicu berbagai efek samping.

    Soda diet kerap dipilih sebagai alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi asupan gula. Kandungan kalorinya lebih rendah dibandingkan soda biasa sehingga dianggap lebih ramah untuk kesehatan.

    Meski tidak mengandung gula sebanyak minuman bersoda biasa, soda diet bukan berarti bebas risiko. Minuman ini umumnya menggunakan pemanis buatan yang masih terus diteliti dampaknya terhadap tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Dilansir dari Healthline, (4/8/2026), sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi soda diet secara berlebihan tetap berpotensi menimbulkan efek samping. Sehingga anggapan bahwa soda diet selalu lebih sehat dari soda biasa tidak sepenuhnya benar.

    Berikut ini 5 efek samping dari konsumsi soda diet:

    Woman hand giving glass ,Soft drinks with ice, sweethart or buddyWalaupun sering dianggap sehat, soda diet bisa mengganggu kesehatan usus. Foto: Getty Images/iStockphoto/tongpatong

    1. Gangguan pada Kesehatan Usus

    Pemanis buatan pada soda diet diduga dapat memengaruhi keseimbangan mikrobioma usus. Mikrobioma berperan penting menjaga fungsi pencernaan dan daya tahan tubuh.

    Beberapa penelitian menemukan aspartam dapat memengaruhi produksi asam lemak rantai pendek. Senyawa ini penting untuk menjaga kesehatan usus dan mengendalikan peradangan.

    Namun hingga saat ini bukti ilmiahnya masih berkembang. Para peneliti menilai diperlukan studi lebih lanjut pada manusia untuk memastikan dampaknya.

    2. Mengikis Email Gigi

    Soda diet memang bebas gula. Namun, minuman ini tetap memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi sehingga dapat mengikis email gigi.

    Penelitian laboratorium menunjukkan soda biasa maupun soda diet sama-sama membuat permukaan email gigi menjadi lebih kasar. Kondisi ini meningkatkan risiko erosi gigi.

    Erosi email berbeda dengan gigi berlubang. Sebab, gigi yang kehilangan lapisan pelindung tetap menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan.

    3. Memicu Sakit Kepala

    Sebagian orang melaporkan lebih mudah mengalami sakit kepala setelah sering minum soda diet. Hal ini diduga berkaitan dengan pemanis buatan seperti aspartam.

    Tinjauan penelitian menunjukkan aspartam dapat memicu sakit kepala atau migrain pada kelompok tertentu. Terutama mereka yang memiliki kondisi neurologis tertentu.

    Selain itu, beberapa soda diet juga mengandung kafein. Pada orang yang sensitif, kafein dapat menjadi salah satu pemicu sakit kepala.

    Ilustrasi Minum SodaKonsumsi soda diet sekalipun tetap bisa memicu ngidam makanan manis. Foto: Getty Images/iStockphoto/AaronAmat

    4. Memicu Ngidam Makanan Manis

    Rasa manis yang sangat kuat pada soda diet diduga memengaruhi pusat penghargaan di otak. Efeknya bisa membuat keinginan makan meningkat.

    Sebagian peneliti menilai pemanis buatan dapat memicu keinginan mengonsumsi gula. Akibatnya, seseorang lebih sulit mengurangi makanan dan minuman manis.

    Hasil penelitian pada temuan ini masih beragam. Belum semua studi menemukan hubungan yang sama sehingga diperlukan penelitian lanjutan.

    5. Menaikkan Berat Badan

    Soda diet sering dipilih saat menjalani program diet. Sayangnya, sejumlah penelitian justru menemukan hubungan dengan peningkatan lemak tubuh.

    Ada pula penelitian yang mengaitkannya dengan obesitas dan diabetes tipe 2. Namun temuan korelasi tersebut masih berupa asosiasi dan belum membuktikan sebab akibat.

    Sebaliknya, studi lain menunjukkan soda diet dapat membantu mengurangi asupan minuman bergula. Sehingga ahli menyarankan tetap mengonsumsinya dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
    [Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)

    2026-08-04 23:00:38 +0000 UTC