asiawebawards.com
  • 2026-07-13 10:11:11 +0000 UTC

    Jul 13, 2026

    2 Remaja yang Hilang di Gunung Bismo Ditemukan Tewas dalam Jurang 200 Meter

    Semarang -

    Dua remaja yang hilang selama belasan hari di gunung Bismo akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas di dalam jurang sedalam 200 meter.

    Dua remaja asal Desa Krinjing, Watumalang, Wonosobo bernama Alifin Nur Rohmat (18) dan Yufaidin (15) itu dilaporkan hilang sejak belasan hari yang lalu di Gunung Bismo. Jasad keduanya akhirnya ditemukan di dalam jurang oleh tim SAR.

    Ranger Gunung Prau, Solichun, mengungkap Alifin dan Yufaidin atau akrab dikenal Apin dan Idin itu naik ke gunung Bismo pada Selasa (30/6) sekitar pukul 11.30 WIB.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Keterangan dari masyarakat dan saksi itu bahwa sekitar pukul 11.30 WIB korban itu melakukan, bukan pendakian, tapi melakukan kegiatan di gunung. Mereka hanya membawa bekal makanan ringan seperti kerupuk dan sosis," ungkap Solichun saat dihubungi, Senin (13/7).

    Upaya pencarian terhadap keduanya sempat dihentikan. Namun, akhirnya jejak keduanya ditemukan di jurang sedalam 200 meter pada Minggu (12/7) sekitar pukul 13.00 WIB.

    "Untuk ditemukannya itu di jalur yang blank. Karena kemungkinan untuk korban itu jatuh. Di sekitar TKP dicari dengan membawa anjing pelacak itu memang sudah agak-agak bau-bau menyengat," sebutnya.

    "Bahkan kita sampai bikin angkor itu dua kali dengan tali sepanjang kurang lebih 100 meter. Itu teman-teman bikin angkor sampai dua kali, berarti 200-an meter lebih. Betul (di jurang), tebing jurang," lanjutnya.

    Solichun mengungkap sebenarnya Tim SAR gabungan telah sampai di lokasi pada Sabtu (11/7) malam. Dengan prosedur yang ada, mereka melanjutkan pencarian korban keesokan harinya.

    "Sudah di lokasi sekitar TKP, cuma karena waktunya sudah larut malam, karena sesuai SOP kita harus kembali ke pos, akhirnya teman-teman ditarik harus undur diri dan pulang. Kebetulan hari itu dilakukan penutupan pas kemarin hari Sabtunya," terangnya.

    "Memang kemarin itu yang sampai ke titik sekitar lokasi tersebut itu hanya beberapa orang," jelasnya.

    Tim SAR Gabungan sempat kesulitan mencari kedua korban. Solichun mengungkap medan di lereng Gunung Bismo bagian selatan lebat pepohonan sehingga sulit ditembus sinar matahari.

    "Kesulitannya itu kebetulan Gunung Bismo di bagian lereng selatan itu banyak tempat-tempat yang blank. Jadi banyak jurang-jurang yang curam. Gunung Bismo itu banyak tempat yang memang tidak terkena sinar matahari secara langsung masih sangat rimbun dan seperti hutan tropis," bebernya.

    Diberitakan sebelumnya, Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro mengatakan jenazah kedua remaja itu ditemukan oleh relawan dan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri di kawasan lembah sekitar Curug Tiga pada Minggu (12/7) sekitar pukul 13.00 WIB.

    "Sebenarnya operasi pencarian sudah ditutup pada Sabtu (11/7) namun tim dari Wanadri berhasil turun ke curug tersebut dan menemukan kedua korban," kata Sumekto melalui sambungan telepon, Senin (13/7).

    Usai keberadaan korban diketahui, Sumekto menyampaikan para relawan kemudian kembali ke gunung dan bersama-sama melakukan evakuasi. Evakuasi memakan waktu yang cukup lama hingga malam hari karena medan yang sulit.

    "Itu kedalamannya kira-kira sekitar 200 meter. Kondisi hutan juga masih rapat. Berhasil dievakuasi tadi malam," ujar Sumekto.

    Sumekto menduga kedua korban telah meninggal cukup lama saat jenazahnya ditemukan. Mereka ditemukan dengan jarak cukup berjauhan.

    "Dugannya sudah meninggal lama. Ditemukannya agak berjauhan satu sama lain," tutur Sumekto.

    Usai dievakuasi, Sumekto menyampaikan jenazah kedua korban dibawa rumah sakit untuk disucikan. Setelahnya, jenazah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.


    ---------

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)

    2026-07-13 10:11:11 +0000 UTC