Rupiah Paling Buruk se-Asia, "Senjata" Baru China Bikin Yuan Perkasa
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas mata uang menguat pada Jumat tetapi secara keseluruhan ambruk pada pekan ini.
Melansir data Refinitiv, nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp18.045/US$ atau terapresiasi 0,14% pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Penguatan ini sekaligus membalikkan posisi rupiah pada penutupan perdagangan sebelumnya, ketika mata uang Garuda ditutup di level terlemah dalam sebulan terakhir.
Dolar AS melemah selama dua hari beruntun setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali melancarkan serangan. Meski ketegangan Timur Tengah kembali meningkat, pelaku pasar juga mencermati perkembangan harga minyak dan prospek inflasi global.
...