Jakarta -
Ada pemandangan menarik di cabang olahraga (cabor) esports Asian Games 2026. Yuki Kurihara, salah satu atlet tuan rumah menjadi peraih medali emas termuda.
Kurihara merupakan bocah ajaib berusia 11 tahun, yang berhasil mengalahkan sederet lawannya di cabor esports nomor pertandingan Puyo Puyo Champions. Lawan-lawan yang dikalahkannya memiliki umur hingga tiga kali lipat dari usianya.
"Sejujurnya, saya merasa sedikit malu, jadi saya tidak bisa menunjukkan ekspresi atau mengubah wajah saya terlalu banyak. Saya sangat senang. Medali emas ini sangat indah, berkilau, dan berat. Selain itu, boneka mainannya sangat lucu, dan keren juga karena warnanya emas," kata Kurihara, dikutip detikINET dari Aljazeera, Senin (28/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurihara memulai perjalanannya meraih medali di Asian Games dari babak Group Stage. Penampilannya pun sangat gemilang, karena secara konsisten membantai lawan-lawannya.
Di Group Stage, dirinya menang dari atlet Filipina dan Kazakhstan dengan skor akhir 3-0. Lalu mengalahkan atlet Korea Selatan Kang Dongshin dengan skor 3-1.
Keganasannya tak berhenti di situ, karena Kurihara juga mendominasi pertandingan di perempat final. Kala menjamu atlet Singapura, ia menang dengan skor telak 5-0. Lanjut di semifinal, Kurihara menumbangkan atlet Thailand 10-1.
Sementara di Final, dirinya kembali bertemu dengan Kang Dongshin. Sayangnya Dongshin masih tidak bisa membalaskan dendam atas kekalahannya di Group Stage. Di partai puncak penentuan medali emas dan perak ini dimenangkan oleh Kurihara setelah unggul 10-2.
Media asal Jepang melaporkan kalau Kurihara berlatih delapan jam setiap hari. Meski begitu, dirinya diketahui tetap bisa mempertahankan nilai akademiknya di sekolah.
Kurihara mulai bermain Puyo Puyo di tahun pertama sekolah dasar. Dari situ tak butuh waktu lama baginya untuk mulai berkompetisi dan berhasil memenangkan turnamen. Dia mendapatkan lisensi sebagai pemain profesionalnya pada April 2026, dan secara rutin mengalahkan pemain-pemain dewasa.
"Sulit untuk menyeimbangkannya dengan sekolah dan bimbingan belajar, tetapi ini sangat menyenangkan," ujar Kurihara.
Sebenarnya tidak ada catatan yang tersedia terkait peraih medali termuda dalam sejarah Asian Games, sejak ajang bergengsi ini digelar pada 1951. Namun bila mengacu perolehan medali perunggu oleh atlet Indonesia, Bunga Nyimas (12 tahun) pada 2018, dan Cui Chenxi (13 tahun) yang mendapatkan emas pada 2023, Kurihara bisa dibilang atlet termuda yang meraih medali emas dalam sejarah Asian Games.
(hps/fay)
TAGS
LIHAT LAINNYA