Yield Obligasi Melonjak di Empat Negara, Wall Street Mulai Rentan Aksi Jual - Bursa Katadata.co.id
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Selasa (18/8) waktu setempat. Pasar tertekan oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah ke level tertinggi dalam beberapa dekade di tengah kekhawatiran terhadap inflasi yang masih bertahan dan harga minyak yang tinggi.
Indeks S&P 500 turun 0,69% menjadi 7.691,76 dan mencatat penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Nasdaq Composite terkoreksi 1,33% menjadi 26.289,71. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 116,38 poin atau 0,22% menjadi 53.343,40.
“Pasar mengabaikan tantangan dari sisi imbal hasil obligasi dan lebih memilih berfokus pada kinerja laba yang solid serta perkembangan kecerdasan buatan (AI),” kata manajer portofolio di Logan Capital Management Bill Fitzpatrick dikutip dari CNBC, Rabu (19/8).
Menurut Fitzpatrick, kondisi itu membuat pasar rentan terhadap aksi jual. Dia menambahkan, faktor-faktor yang mendorong kenaikan imbal hasil obligasi kemungkinan tidak akan mereda dalam waktu dekat.
Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 30 tahun mencatat level tertinggi baru dalam 19 tahun pada Selasa. Di Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam tiga dekade.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2011. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 30 tahun juga menyentuh level tertinggi sejak 2008.
Kenaikan imbal hasil obligasi terjadi karena investor khawatir harga minyak akan bertahan di level tinggi, sementara negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan. Kontrak berjangka minyak mentah AS naik 0,5% pada Selasa menjadi US$ 8 4,94 per barel, setelah menguat pada perdagangan sebelumnya.
Harapan berakhirnya konflik di Timur Tengah juga kembali memudar setelah Presiden Donald Trump mengatakan melalui unggahan di Truth Social bahwa AS saat ini tidak melakukan pembicaraan atau percakapan dengan Iran dan tidak ada agenda perundingan yang dijadwalkan.
Trump juga mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap Iran tetap berlaku sepenuhnya. Sehari sebelumnya, Trump menyatakan AS akan menyerang Oman jika negara itu menghalangi upaya Washington untuk bernegosiasi dengan Iran.