REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Lembaga pemikir World Resources Institute (WRI) Indonesia secara resmi menetapkan Bali sebagai tuan rumah rapat tahunan dewan pengurus global yang akan digelar pada Juli 2027. Keputusan strategis ini diambil karena provinsi tersebut dinilai memiliki komitmen yang sangat kuat dalam upaya menurunkan emisi karbon.

Anggota Dewan Pembina WRI Indonesia sekaligus Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, mengonfirmasi rencana tersebut di Denpasar pada Minggu malam. Ia menyatakan bahwa jajaran dewan pembina dari seluruh dewan global WRI, sebuah LSM internasional ternama di bidang iklim dan keberlanjutan, akan menggelar rapat di Pulau Dewata tahun depan.

Mari Elka mengungkapkan bahwa pemilihan Provinsi Bali didasarkan pada status wilayah tersebut sebagai etalase nyata bagi daerah yang sungguh-sungguh berupaya mencapai target emisi nol bersih pada 2045. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana aksi daerah yang jelas dan terukur.

WRI Indonesia mencatat sejumlah program transisi telah berjalan di Pulau Dewata. Salah satu inisiatif utamanya adalah pengembangan kawasan rendah emisi yang dirintis dari wilayah Sanur dan lima titik lainnya.

Dihadiri Petinggi Global dan Direktur Negara

Pertemuan tingkat tinggi tersebut direncanakan akan dihadiri oleh sekitar 15 hingga 20 anggota Dewan Global WRI yang berkedudukan di Washington DC. Para peserta memiliki latar belakang multinasional yang beragam.

Jajaran dewan pengurus internasional itu nantinya diisi oleh para profesional dari sektor bisnis serta tokoh-tokoh yang berpengalaman luas sebagai pembuat kebijakan publik. Selain para petinggi dewan global, agenda strategis tersebut juga akan mendatangkan para direktur negara dari 12 wilayah tempat WRI aktif menjalankan program operasionalnya.

Mari Elka berharap kehadiran perwakilan dari berbagai negara seperti Tiongkok, Brazil, dan India mampu memperluas gaung praktik pembangunan berkelanjutan yang sedang diterapkan di Provinsi Bali. “Mereka memilih Bali dan mereka juga setuju memilih Bali karena Bali adalah etalase untuk suatu daerah yang sangat komit untuk emisi nol bersih dan ada rencana-rencana aksi yang mereka bisa lihat secara langsung,” ujar Mari Elka.

Dukungan Penuh Pemprov Bali

Atas rencana memboyong pakar dunia terkait iklim itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut hangat rencana tersebut. Ia menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Provinsi Bali dalam memberikan dukungan penyelenggaraan.

“Karena ini sangat nyambung dengan kebijakan Pemprov Bali untuk menjaga alam yang bersih yang berkelanjutan itu, saya tentu dengan sangat senang dan bahagia menerima informasi ini dan kami akan dukung penuh,” ujar Gubernur Bali. Pemerintah daerah menilai momentum pertemuan internasional itu selaras dengan visi pembangunan berwawasan lingkungan yang selama ini konsisten dijalankan di tingkat lokal.

Lewat kehadiran dan dukungan lembaga riset dunia itu, Gubernur Koster akan memanfaatkannya untuk menggencarkan kampanye pembangunan ramah lingkungan yang jauh lebih progresif ke depannya. Agenda kampanye lanjutan itu mencakup perluasan pemanfaatan energi bersih, transisi penggunaan transportasi hijau, optimalisasi sistem pertanian organik, hingga pengetatan pengendalian sampah plastik.

Koster meyakini kehadiran para tokoh lingkungan global ini tidak sekadar membantu mempromosikan daerah di kancah internasional, tetapi juga mengukuhkan posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang terhormat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara