Senin, 07 September 2026, 10:55 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional Whoosh di koridor Jakarta-Bandung tetap berjalan aman dan normal hingga Senin (7/9/2026). Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sejauh ini belum berdampak terhadap perjalanan kereta cepat tersebut.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pemantauan terhadap kondisi operasional dan perkembangan sebaran abu vulkanik terus diperketat. Pemantauan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana.

"Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama," ujar Eva, Senin (7/9/2026).

Sebelum perjalanan penumpang dimulai, KCIC menjalankan KA Konfirmasi dari kedua arah untuk memastikan kondisi jalur secara visual. Sementara itu, pemantauan melalui Operation Control Center (OCC) atau Pusat Kendali Operasi menunjukkan seluruh prasarana, termasuk Overhead Catenary System (OCS), pasokan daya, persinyalan, rel, dan wesel, berfungsi normal.

Sistem OCC juga dilengkapi mekanisme pengamanan. Jika terdeteksi kondisi tidak normal pada parameter tertentu, notifikasi akan muncul di pusat kendali dan sistem dapat menurunkan kecepatan Whoosh secara otomatis.

Dari laporan masinis selama perjalanan, jarak pandang di sepanjang jalur Whoosh juga masih normal. Rangkaian kereta dilengkapi wiper dengan semprotan air yang dapat digunakan untuk membersihkan debu atau abu pada kaca depan, sehingga visibilitas masinis tetap terjaga.

Jika kondisi berubah dan menyebabkan jarak pandang menurun, masinis akan menyesuaikan kecepatan perjalanan sesuai kondisi di lapangan dan prosedur operasional yang berlaku.

Pemantauan dilakukan di sepanjang jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer dari Jakarta hingga kawasan Bandung. Jalur tersebut terdiri atas 82,7 kilometer jalur elevated, 42,78 kilometer jalur at grade, serta 13 terowongan dengan total panjang 16,82 kilometer. Perhatian khusus diberikan pada bagian jalur terbuka yang berpotensi terpapar sebaran abu vulkanik.

Baca Juga: Kemenhub Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Erupsi Anak Krakatau, 170.000 Penumpang Terdampak

Baca Juga: Mendikdasmen: Sekolah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Bisa Gelar PJJ

Baca Juga: 4 Bandara Lanjut Stop Penerbangan hingga Senin, 7 September Pukul 18.00 WIB

Dari sisi sarana, KCIC turut memeriksa kondisi filter udara rangkaian dan CCTV pemantau pantograf. Sementara pada prasarana, pemantauan mencakup komponen isolasi, sistem jaringan listrik aliran atas, gardu, persinyalan, hingga mekanisme wesel. Hingga saat ini, seluruh perangkat tersebut masih berfungsi normal dan belum terdampak sebaran abu vulkanik.

KCIC juga melakukan Volcanic Ash Risk Assessment dengan mengacu pada informasi resmi dari BMKG. Hasil asesmen menjadi dasar untuk menentukan langkah mitigasi tambahan apabila terjadi peningkatan intensitas abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi operasional Whoosh.

"Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh," pungkas Eva.