AMBON (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menyerukan masyarakat untuk menahan diri dan menghentikan segala bentuk pertikaian serta aksi balas dendam menyusul bentrok antarwarga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam keterangan yang diterima di Ambon, Sabtu menyampaikan keprihatinan mendalam atas bentrokan tersebut dan meminta seluruh pihak agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperluas eskalasi konflik.

"Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bentrok antarwarga di Desa Lisabata dan Desa Patahuwe Kabupaten Seram Bagian Barat," kata dia.

Gubernur mengimbau masyarakat yang terlibat maupun pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi bentrokan agar menahan diri, menghentikan pertikaian, serta tidak melakukan aksi balas dendam.

Menurut dia, situasi yang berkembang harus disikapi dengan kepala dingin agar konflik tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Hendrik juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi bohong atau provokasi yang beredar melalui media sosial maupun saluran komunikasi lainnya.

"Jangan terpancing hoaks dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan ada yang membawa persoalan ini ke ranah kelompok, suku dan agama yang dapat merusak tatanan persaudaraan di Maluku," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan bentrokan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan tidak boleh berkembang menjadi konflik antarkelompok yang lebih luas.

Oleh karena itu, Gubernur Maluku mendorong masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat keamanan, termasuk proses penyelidikan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan perusakan maupun tindakan provokatif.

"Saya mendorong masyarakat untuk mempercayai kepolisian mengusut tuntas dan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku-pelaku perusakan dan provokatif," katanya.

Selain penegakan hukum, ia pun mengajak tokoh agama dan tokoh adat untuk mengambil peran dalam meredam situasi serta membuka ruang dialog antara pihak-pihak yang bertikai.

"Saya mengajak para tokoh agama, tokoh adat untuk kita duduk bersama, berdialog untuk mengembalikan kedamaian di wilayah tersebut," ujarnya.

Gubernur menilai keterlibatan tokoh masyarakat penting untuk memulihkan hubungan sosial warga sekaligus mencegah munculnya aksi susulan.

“Mari menjaga persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, serta kondusif di wilayah SBB,” ujarnya.

Bentrok antarwarga di daerah itu sebelumnya dipicu lantaran kesalahpahaman atas terjadinya kebakaran lahan dan berkembang menjadi aksi saling serang.

Dalam insiden itu sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat senapan angin dan sejumlah bangunan di Desa Patahuwe dibakar.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.