Warisan Fantastis Bos Djarum Michael Bambang Hartono, 4 Anaknya Disebut Kebagian Rp52 Triliun
Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:31 WIB
VIVA – Kepergian Michael Bambang Hartono pada Maret 2026 ternyata membawa perubahan besar dalam struktur kepemilikan kekayaan keluarga Hartono. Salah satu pemilik Grup Djarum tersebut meninggalkan aset bernilai fantastis yang kini beralih kepada empat anaknya.
Baca Juga
Salah satu aset yang menjadi perhatian adalah kepemilikan Michael di PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), perusahaan yang menjadi kendaraan utama keluarga Hartono dalam mengendalikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Dari kepemilikan tersebut, empat anak Michael disebut memperoleh bagian yang nilainya diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Empat Anak Michael Bambang Hartono Jadi Penerus
Baca Juga
Michael Bambang Hartono diketahui memiliki empat anak, yakni Stefanus Hartono, Vanessa Hartono, Tessa Natalia Damayanti Hartono, dan Roberto Hartono. Keempatnya selama ini relatif jarang tampil di ruang publik dibandingkan anggota keluarga Hartono lainnya.
Setelah Michael meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun, kepemilikan sahamnya di PT Dwimuria Investama Andalan menjadi bagian dari proses pewarisan keluarga.
Baca Juga
Berdasarkan laporan yang beredar melansir dari Instagram @finfolkmoney, Michael sebelumnya memiliki 49 persen saham di PT DIA, sedangkan Robert Budi Hartono menguasai 51 persen sisanya. Porsi 49 persen milik Michael kemudian dibagi secara rata kepada empat anaknya. Dengan pembagian tersebut, masing-masing anak mendapatkan sekitar 12,25 persen kepemilikan di PT DIA.
Nilainya Ditaksir Sekitar Rp52 Triliun per Anak
Angka yang membuat pewarisan ini menjadi sorotan adalah estimasi nilai dari masing-masing bagian tersebut. Porsi 12,25 persen saham PT DIA yang diterima setiap anak disebut bernilai sekitar US$2,93 miliar.
Jika dikonversikan ke rupiah dengan nilai tukar yang digunakan dalam perhitungan tersebut, angkanya mencapai sekitar Rp52,38 triliun untuk masing-masing anak.
Dengan demikian, jika seluruh bagian empat anak dihitung, nilai saham yang diwariskan secara keseluruhan diperkirakan menembus lebih dari Rp200 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai nilai kepemilikan saham, bukan berarti setiap ahli waris menerima uang tunai Rp52 triliun secara langsung. Nilai tersebut menggambarkan estimasi harga dari aset saham yang menjadi bagian warisan.
Kekayaan Besar Bersumber dari BCA
Halaman Selanjutnya
Besarnya nilai warisan tersebut tidak terlepas dari aset yang berada di balik PT Dwimuria Investama Andalan. Perusahaan tersebut merupakan pemegang saham utama BCA dengan kepemilikan sekitar 54,94 persen. Data laporan keuangan BCA menunjukkan PT DIA menjadi pemegang saham terbesar bank tersebut.