Batulicin (ANTARA) - Sebagian warga Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, yang tinggal di Kecamatan Simpang Empat sangat antusias mengikuti karnaval budaya sebagai bentuk rasa syukur atas keragaman budaya yang ada di Indonesia.
"Melalui Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih, kami ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia kami rawat dan kami lestarikan," kata Ketua Panitia Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih, Beny di Batulicin, Ahad.
Ia mengatakan, momen Agustus adalah momen yang pas untuk mengadakan fesvifal kebudayaan, karena hal ini menjadi cara tersendiri bagi masyarakat dalam merayakan HUT ke-81 RI.
Sekitar 4.000 peserta yang ikut memeriahkan festival ini, 35 orang diantaranya merupakan peserta yang menampilkan beragam kostum maskot dan busana budaya Nusantara dan mereka sebelumnya pernah tampil dan juara festival budaya di tingkat Nasional.
"Ini menjadi salah satu acara terbesar yang digelar di Kabupaten Tanah Bumbu pada momen HUT RI, alhamdulillah, tahun ini antusiasme peserta luar biasa," kata Beny.
Menurutnya, kegiatan tersebut telah berlangsung selama empat tahun dan memiliki tujuan untuk memperkenalkan serta menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya lokal dan budaya Kalimantan Selatan.
Baca juga: Petani semangka di Tanah Bumbu beralih budidaya cabai
Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk melestarikan budaya dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi penerus.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama panitia, dukungan masyarakat secara swadaya, serta kontribusi para sponsor yang turut mengambil bagian dalam menyukseskan acara.
Beny berharap Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan di Kabupaten Tanah Bumbu.
"Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan terus berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat serta semakin luas budaya lokal Kalimantan Selatan dikenal," tutup Beny.
Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.