Warga Genuk Semarang gelar shalat Istisqa minta hujan
Selasa, 1 September 2026 23:20 WIB
Warga Genuk menggelar shalat istisqa untuk memohon diturunkan hujan, di Lapangan Karangroto, Semarang, Selasa (1/9/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis
Semarang (ANTARA) - Warga Kecamatan Genuk, Semarang, menggelar shalat Istisqa untuk memohon kepada Allah SWT menurunkan hujan setelah kemarau yang cukup lama, dan mengakibatkan beberapa wilayah terdampak kekeringan.
Shalat Istisqa dilaksanakan di Lapangan Karangroto, Genuk, Semarang, Selasa, diikuti berbagai lapisan masyarakat dan jajaran forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimcam).
Camat Genuk Wahyudi mengatakan latar belakang shalat itu karena saat ini terjadi kemarau yang berdampak terjadinya bencana, seperti kekeringan dan kebakaran.
"Jadi, kalau kita melihat perkembangan saat ini kan banyak tempat-tempat yang mungkin kebakaran, dan sebagainya. Di beberapa tempat ini ada kekeringan," katanya.
Sebagai bentuk kepedulian masyarakat Genuk, terutama yang umat Muslim, kata dia, dilaksanakanlah shalat Istisqa sebagaimana diajarkan dalam Islam untuk memohon diturunkan hujan.
Dalam pelaksanaannya, banyak juga siswa sekolah yang sekaligus menjadi pembelajaran bagi mereka mengenai praktik shalat Istisqa.
"Mungkin banyak anak-anak kita yang belum tahu. Sekaligus ini mengajarkan anak kita untuk praktik bagaimana salat Istisqa ini dilaksanakan," katanya.
Sementara itu, KH. Muhammad Shohib yang menjadi imam dan khatib menjelaskan bahwa shalat itu memang permohonan untuk minta rahmat dari Allah SWT agar segera diberi hujan.
"Karena mulai saat ini debit-debit air juga sudah mulai berkurang sehingga merupakan bagian yang menjadi keprihatinan kita bersama," katanya.
Ia mengatakan bahwa shalat Istisqa afdhalnya memang dilaksanakan di tempat yang terbuka, diawali dengan berpuasa tiga hari sebelumnya.
Diakuinya, sebenarnya untuk dampak kemarau di daerah Genuk masih cukup aman, tetapi tidak kemudian hanya melihat satu wilayah saja.
"Karena kami tidak hanya melihat Genuk saja, tetapi bagaimana di wilayah kita, di Kota Semarang, atau daerah-daerah lain di Indonesia yang dilanda kebakaran, dan sebagainya. Ini menjadi kepedulian kita bersama," katanya.
Sebelumnya, PDAM Kota Semarang juga menyebutkan bahwa dampak kemarau mengakibatkan penurunan ketersediaan air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu yang melayani wilayah Semarang Timur.
Akibatnya, distribusi air ke wilayah Semarang Timur terdampak dan masyarakat yang menjadi pelanggan diimbau untuk berhemat dalam penggunaan air.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.