Konflik Timur Tengah Picu Minimnya Pasokan Energi Global, Di Inggris Harga BBM Naik Tajam

Perbesar

Pompa-pompa yang tidak digunakan untuk berbagai jenis bahan bakar terlihat di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan A3, sebelah utara Guildford di Inggris selatan pada 29 Maret 2026. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Eskalasi ketegangan geopolitik global memicu krisis bahan bakar di kawasan Uni Eropa. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) melonjak tajam, dengan jenis diesel mencatatkan peningkatkan paling tinggi.

Melansir Euronews, Kamis (24/9/2026), laporan terbaru grup lingkungan Transport & Environment (T&E) mencatat bahwa sejak awal konflik AS-Iran, kenaikan harga BBM telah mengikis sekitar 53 miliar euro atau setara Rp 1.078 triliun (asumsi kurs 1 euro = Rp 20.357) dari perekonomian Uni Eropa.

Sebagian besar dari biaya tambahan tersebut—yakni 40 miliar euro (Rp 814 triliun)—dipicu oleh melonjaknya harga diesel. T&E memperkirakan lonjakan harga BBM ini menambah beban biaya perjalanan warga Eropa hingga 270 juta euro (Rp 5,4 triliun) per hari, di mana 203 juta euro (Rp 4,1 triliun) di antaranya menyasar pengguna kendaraan bermesin diesel.

Ketergantungan Tinggi dan Dampak Bagi Konsumen

Konflik Timur Tengah Picu Minimnya Pasokan Energi Global, Di Inggris Harga BBM Naik Tajam

Perbesar

Papan informasi digital menampilkan harga terbaru untuk satu liter bensin dan solar di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Guildford, barat daya London, pada 29 Maret 2026. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Eropa menjadi salah satu kawasan ekonomi besar yang paling bergantung pada bahan bakar diesel. Jenis BBM ini mencakup sekitar 43% dari total konsumsi produk minyak di Uni Eropa—16 poin persentase lebih tinggi dibanding rata-rata global dan hampir dua kali lipat konsumsi Amerika Serikat (AS).

Sektor transportasi darat mengonsumsi 77% pasokan diesel Uni Eropa, dengan pengguna terbesar adalah mobil penumpang, diikuti truk besar, bus, serta van.

Dampak krisis bahan bakar ini terasa langsung oleh masyarakat. T&E mencatat pengemudi kendaraan diesel di Uni Eropa rata-rata membayar 142 euro (Rp 2,8 juta) lebih mahal dalam periode 28 minggu terakhir dibanding tahun sebelumnya. Per 14 September 2026, biaya pengisian tangki penuh ukuran 50 liter membengkak 30 euro (Rp 610.000) dibanding kondisi sebelum perang.

Sektor logistik turut tertekan. Pengusaha truk jarak jauh di Jerman mencatatkan kenaikan pengeluaran hingga 236 euro (Rp 4,8 juta) per minggu, atau membengkak sekitar 6.000 euro (Rp 122,1 juta) selama periode pengamatan.

Gangguan Pasokan Kilang dan Rekor Harga

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Naik

Perbesar

Sampai pembukaan perdagangan Rabu 4 Maret 2026, harga minyak masih berada di atas US$ 80 per barel. Tampak foto yang menunjukkan sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Aral di Bochum, Jerman, pada Rabu 4 Maret 2026. (Ina FASSBENDER/AFP)

Penyebab utama melesatnya harga diesel secara drastis adalah terganggunya rantai pasok dan produksi. Konflik di Timur Tengah memangkas ekspor bahan bakar olahan, sementara ketegangan geopolitik di Eropa Timur melumpuhkan operasional sejumlah kilang minyak Rusia.

Data T&E menunjukkan ekspor diesel dan solar dari Timur Tengah serta Rusia merosot hampir 75% pada Agustus 2026 dibanding tahun lalu. Kondisi ini memicu lonjakan margin kilang (crack spread), di mana selisih harga minyak mentah dengan harga grosir diesel melampaui US$ 100 (Rp 1,7 juta) per barel (asumsi kurs US$ 1 = Rp 17.883), jauh di atas rentang normal US$ 10–30 per barel.

Akibatnya, harga rata-rata tertimbang diesel di Uni Eropa menyentuh 2.159 euro (Rp 43,9 juta) per liter pada 14 September 2026—rekor tertinggi sejak data Komisi Eropa dihimpun pada 2005.

Pasokan diperkirakan akan makin tertekan memasuki musim gugur akibat tingginya permintaan minyak pemanas, sektor pertanian, dan transportasi barang, di saat kilang minyak memasuki jadwal pemeliharaan berkala. Risiko keterbatasan pasokan kian membayangi setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan rencana pembatasan ekspor diesel dari Negeri Paman Sam.

Solusi Jangka Pendek dan Transisi Energi

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Naik

Perbesar

Harga minyak dunia diperkirakan akan terus beranjak naik. Tampak foto yang menunjukkan sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Bochum, Jerman, pada Rabu 4 Maret 2026. (Ina FASSBENDER/AFP)

Menghadapi krisis bahan bakar yang berkepanjangan, T&E merekomendasikan skema penghematan yang digagas Badan Energi Internasional (IEA). Penerapan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) selama tiga hari seminggu diperkirakan dapat menekan porsi tagihan BBM pengendara hingga 20%. Solusi lain meliputi penurunan batas kecepatan jalan tol, optimalisasi transportasi publik, serta edukasi berkendara hemat energi.

Dalam jangka panjang, percepatan transisi ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dinilai menjadi kunci utama meredam kerentanan ekonomi Eropa terhadap guncangan harga minyak. T&E mencatat kehadiran hampir 8 juta mobil listrik di Uni Eropa berhasil menghindarkan konsumsi 46 juta barel minyak pada 2025, sekaligus menghemat biaya impor minyak hingga 2,9 miliar euro (Rp 59 triliun).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Cahya Alena FauzaArthur Gideon

Cahya Alena Fauza, Arthur GideonTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan

Sixtainability

Sixtainability

  • BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial9 jam yang lalu

    BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial
  • Sampah Sisa Makanan Hasilkan Emisi, KLH Ungkap Cara Mengolahnya18 jam yang lalu

    Sampah Sisa Makanan Hasilkan Emisi, KLH Ungkap Cara Mengolahnya
  • Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi1 hari yang lalu

    Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi
  • PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle Ubah Limbah Plastik Jadi Papan Penunjuk Arah2 hari yang lalu

    PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle Ubah Limbah Plastik Jadi Papan Penunjuk Arah
  • Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton4 hari yang lalu

    Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton
  • 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi5 hari yang lalu

    1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi
  • Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan5 hari yang lalu

    Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan
  • Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan5 hari yang lalu

    Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan
  • Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru6 hari yang lalu

    Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru
  • Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya6 hari yang lalu

    Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya
  • Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut1 minggu yang lalu

    Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut
  • Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan1 minggu yang lalu

    Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

Lihat Selengkapnya