Jakarta, CNN Indonesia --

Hujan deras tanpa henti yang memicu banjir meluas di Bangkok, Thailand, mendorong warga memborong bahan makanan dan kebutuhan pokok hingga menyebabkan rak-rak minimarket kosong.

The Nation pada Sabtu (26/9) memberitakan bahwa situasi panic buying ini memuncak setelah Otoritas Metropolitan Bangkok (BMA) menetapkan seluruh 50 distrik di ibu kota sebagai kawasan terdampak bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi borong barang terlihat di berbagai gerai ritel modern, seperti 7-Eleven. Karyawan 7-Eleven mengungkapkan lonjakan pembeli terjadi signifikan sejak Jumat (25/9) sore dan terus berlanjut hingga Sabtu (26/9) pagi.

Warga menguras stok makanan siap saji, makanan kering, susu, telur, beras, hingga air kemasan lantaran khawatir genangan banjir bakal memutus akses transportasi serta memicu kelangkaan pangan.

Kondisi tersebut memaksa pihak toko memesan pasokan tambahan yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada siang dan malam hari.

[Gambas:Video CNN]

"Sebagian besar warga membeli makanan siap saji, makanan instan, minuman, telur, dan beras. Salah satu alasannya kemungkinan karena mereka khawatir akan banjir dan takut tidak memiliki cukup makanan," ujar karyawan tersebut.

Krisis ini merupakan buntut dari hujan deras yang mengguyur ibu kota Thailand selama lebih dari 30 jam sejak Jumat (25/9) dini hari.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt secara resmi memperluas penetapan status daerah bencana dari yang semula hanya mencakup distrik Nong Chok, Suan Luang, dan Khan Na Yao, kini melingkupi seluruh 50 distrik sejak 25 September.

Penetapan status darurat ini memberikan wewenang penuh bagi lembaga pemerintah untuk mengerahkan bantuan serta mengelola penanganan bencana secara cepat.

Menanggapi kekhawatiran warga, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan Suphajee Suthumpun menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk memantau ketat ketersediaan serta stabilitas harga barang pokok.

Pemerintah setempat berkoordinasi dengan jaringan grosir dan pengecer menggenjot distribusi pasokan ke wilayah terdampak, sekaligus menegaskan menindak tegas pihak-pihak yang nekat melakukan penimbunan barang atau permainan harga.

(chri)