Ini sangat krusial soal cicilan warga yang terdampak bencana. Warga yang melakukan cicilan agar diberikan kemudahan dan tidak diberatkan
Solok (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta agar warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang memiliki cicilan mendapat keringanan pembayaran supaya beban mereka tidak bertambah selama masa pemulihan.
Wapres meminta pemerintah mendata warga terdampak yang masih memiliki kewajiban cicilan utang sehingga dapat ditindaklanjuti dengan kebijakan keringanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal itu disampaikan Wapres saat meninjau langsung lokasi banjir bandang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Jumat, sekaligus melihat kondisi masyarakat dan infrastruktur yang terdampak.
Ia mengatakan pemerintah sebelumnya juga memberikan perhatian terhadap persoalan serupa yang dihadapi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli, Sumatera Utara.
Baca juga: Wapres temui pengungsi banjir Solok pastikan kebutuhan warga terpenuhi
"Ini sangat krusial soal cicilan warga yang terdampak bencana. Warga yang melakukan cicilan agar diberikan kemudahan dan tidak diberatkan," kata Wapres.
Selain persoalan cicilan, Wapres meminta pemerintah segera memperbaiki lahan pertanian masyarakat yang terdampak karena Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah penyangga pangan di Sumatera dan nasional.
Menurutnya, pemulihan lahan pertanian perlu segera dilakukan agar aktivitas produksi, khususnya beras dan komoditas pangan lainnya, tidak terganggu akibat bencana.
Untuk penanganan jangka menengah, Wapres meminta normalisasi sungai serta penanganan infrastruktur pengendali aliran material, termasuk sabo dam, segera ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko bencana serupa.
Baca juga: Wapres Gibran tekankan tanggap darurat bencana Solok
Dalam penyediaan tempat tinggal, Wapres menyampaikan pemerintah tidak menyiapkan hunian sementara (huntara), tetapi langsung mengarahkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya tidak lagi aman untuk ditempati.
Ia meminta lokasi huntap benar-benar aman dan tidak terlalu jauh dari tempat warga bekerja sehingga pemindahan tidak menimbulkan persoalan baru. Warga juga diminta tidak kembali ke rumah yang sebelumnya terdampak apabila lokasi tersebut dinilai tidak aman.
Dia menekankan seluruh unsur pemerintah dan pihak terkait perlu bekerja secara bersama-sama dalam penanganan hingga pemulihan bencana, termasuk memastikan bantuan dan dukungan bagi masyarakat dapat segera direalisasikan.
Kunjungan Wapres dilakukan di tengah masa tanggap darurat banjir bandang Kabupaten Solok yang melanda kawasan Arosuka pada Senin (21/9) malam dan berdampak pada permukiman serta kompleks perkantoran pemerintah daerah.
Baca juga: Wapres minta akses dan layanan publik Solok dipulihkan pascabanjir
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.