Wamen ESDM: Pensiun dini PLTU dilakukan secara bertahap - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan energi pengganti serta keberlangsungan industri.
"Ini bertahap, karena lokasinya bukan hanya di Pulau Jawa. Ini ada di Sumatera, ada di beberapa kawasan industri. Tentu kita memperhitungkan keberlangsungan industri juga," ucap Yuliot ditemui dalam acara Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Rabu.
Ia menyebut terdapat 15 pembangkit yang masuk kategori memiliki emisi relatif tinggi. Namun, pelaksanaan pensiun dini PLTU tidak dapat dilakukan sekaligus karena perlu memperhitungkan kebutuhan energi dan industri nasional.
"Jadi untuk pensiun dini, ini kan kita melihat, ini pembangkit-pembangkit yang emisi tinggi. Untuk pembangkit-pembangkit yang emisi tinggi, kita juga sudah melakukan evaluasi," ujar Yuliot.
Menurut Yuliot, pemerintah juga tengah menghitung kebutuhan energi pengganti apabila PLTU tersebut dihentikan. Salah satunya melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), termasuk dukungan dari program percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan sebesar 100 gigawatt.
"Memperhitungkan energi pengganti. Jadi nanti kalau dari renewable energy, apakah sebagian itu bisa digantikan dari program percepatan 100 gigawatt untuk serapannya," jelasnya.
Ia menambahkan, apabila percepatan dan adanya dukungan pendanaan, pemerintah menargetkan komitmen transisi energi pada 2030-2035 dapat terlaksana.
"Kita targetkan sesuai dengan komitmen kita 2030-2035 itu bisa dilaksanakan," ujar Yuliot.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi 15 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan emisi tinggi, namun masih mengkaji mekanisme pensiun dini pembangkit-pembangkit listrik tersebut.
Kementerian ESDM juga menyoroti pentingnya untuk mempertimbangkan kemampuan kapasitas pembangkit listrik dari energi terbarukan dalam menggantikan kapasitas yang hilang apabila pemerintah melakukan pensiun dini terhadap PLTU yang beroperasi.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.