Wamen Dikdasmen dorong transformasi digital sektor pendidikan - ANTARA News Jambi
Bungo, Jambi (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republik Indonesia Fajar Riza Ul Haq mendorong transformasi digital sektor pendidikan untuk memperkuat inovasi pembelajaran di sekolah.
Pernyataan itu disampaikan Fajar saat menghadiri dan meluncurkan aplikasi "Bungo Pintar" di Kantor Bappeda Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Jumat.
"Inovasi digital ini sangat cocok dan sejalan dengan apa yang kami upayakan di Kementerian, yaitu memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital," ungkap Fajar Riza.
Wamen mengungkapkan, di akhir 2024, Kemendikdasmen mendata lebih dari seribu aplikasi tercatat di kementerian. Atas arahan Menteri Pendidikan, semua aplikasi itu kemudian diintegrasikan menjadi satu, menjadi aplikasi tunggal (super app) bernama Rumah Pendidikan.
"Rumah Pendidikan adalah super app yang menggabungkan ratusan aplikasi yang selama ini diproduksi dan dipakai di Kementerian Pendidikan. Kami mendorong agar aplikasi-aplikasi daerah, seperti Bungo Pintar, dapat terintegrasi atau mendukung ekosistem Rumah Pendidikan," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wamen mengajak para guru dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mengunduh dan memanfaatkan Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital utama.
Dirinya juga menyampaikan capaian nasional aplikasi Rumah Pendidikan yang diluncurkan Kemendikdasmen 202 berhasil meraih juara pertama pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) di Swiss.
Penghargaan ini diberikan oleh satu badan khusus di bawah PBB, karena dinilai berhasil mengungguli aplikasi dari 122 negara dan lebih dari 1.500 aplikasi yang diperlombakan.
Menurutnya, pengakuan internasional tersebut membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan di Indonesia berjalan baik dan dapat menjadi model bagi dunia. Capaian ini juga pernah diumumkan oleh Presiden RI.
Fajar juga menegaskan dukungan kementerian terhadap inisiatif-inisiatif digital yang dikembangkan di daerah.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan inovasi yang sesuai dengan konten kedaerahan atau konteks lokal.
"Kami sangat mendukung dan senang dengan adanya aplikasi Bungo Pintar ini, karena inovasi digital daerah yang sesuai konteks lokal akan memperkaya sumber belajar bagi peserta didik," jelasnya.
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pembangunan pendidikan berjalan merata dan program prioritas dapat dipercepat penyelesaiannya.
Terkait peluncuran aplikasi Bungo Pintar, ia menilai inovasi digital ini bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi lebih kepada komitmen nyata untuk memotong birokrasi dan membuka akses informasi pendidikan yang transparan.
"Hadirnya Bungo Pintar membuka pintu lebar-lebar bagi transparansi pendidikan, kemudahan akses informasi, dan percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bungo," ungkapnya.
Bupati Kabupaten Bungo Dedy Putra menyampaikan bahwa aplikasi Bungo pintar termasuk dalam salah satu visi misi Bungo baru yaitu Menjadikan Bungo sebagai pusat pendidikan Jambi wilayah barat, bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan agar semua bisa akses.
"Program Bungo Pintar juga akan diajarkan kepada anak-anak tingkat SD membaca Al Qur'an sampai tingkat SMA, Pemerintah Kabupaten Bungo terus menggalakkan program keagamaan dan pendidikan, termasuk peluncuran program pendukung lainnya," ungkap Dedy.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamen Dikdasmen dorong transformasi digital sektor pendidikan
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.