Tanjung Balai (ANTARA) - Wali Kota Tanjungbalai, H. Mahyaruddin Salim memonitoring perbaikan Jalan Asahan dan Jalan Veteran yang sedang dalam proses perbaikan. Ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak menggunakan bahu jalan untuk aktifitas usahanya.
Dalam monitoring tersebut, Wali Kota didampingi Kadis PUTR, Tety Juliani Siregar dan sejumlah OPD. Monitoring dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan progres, serta dialog interaktif dengan masyarakat pelaku usaha.
Mahyaruddin mengatakan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Sehingga dukungan dan doa masyarakat diharapkan agar proses perbaikan yang sedang berlangsung berjalan lancar tanpa kendala, supaya target penyelesaian pekerjaan dapat tercapai sesuai jadwal.
Kepada masyarakat, khususnya pemilik bangunan atau para pelaku usaha yang berada disepanjang jalan Asahan dan Veteran diminta tidak menggunakan badan jalan untuk aktifitas dagangannya.
"Jalan yang diperbaiki merupakan fasilitas umum. Setelah jalan ini di hotmik, saya ingatkan pengusaha di sepanjang jalan Asahan dan Jalan Veteran tidak lagi menggunakan bahu jalan untuk menjemur ikan barang dagangan, dan tidak memanfaatkan bahu jalan menjadi lapak berjualan," kata Mahyaruddin, Sabtu (10/9/2026).
Ia menambahkan, Pemkot Tanjungbalai terus berupaya mempercepat penanganan/perbaikan badan jalan yang mengalami kerusakan, agar dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.
“Kondisi jalan yang baik dan mulus tentu berdampak baik pengguna jalan. Kami (Pemkot) tidak ingin setelah jalan dibereskan masih ditemukan pelaku usaha yang menggunakan bahu jalan untuk meletakkan barang dagangannya. Kita mau kota ini bersih, rapi, tidak kumuh dan semrawut. Kita ingin kerja sama dan kesadaran masyarakat," ujar Mahyaruddin.
Pewarta: Yan Aswika
Editor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.