Mojokerto (ANTARA) - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meminta supaya inovasi daerah tidak cukup berhenti pada gagasan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.
"Komitmen kepemimpinan menjadi salah satu kunci keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan inovasi," katanya dalam gelar wicara Mojo City Innovation Expo di salah satu hotel di Mojokerto, Selasa.
Dia menjelaskan capaian predikat Kota Terinovatif bagi daerah itu hasil perjalanan panjang selama enam hingga tujuh tahun terakhir, yang dibangun melalui komitmen untuk terus memberikan pelayanan dan pembangunan terbaik bagi masyarakat.
“Ketika pemimpin punya komitmen yang kuat, maka menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di bawah kewenangannya akan menjadi lebih terarah dan terukur,” kata Wali Kota Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita tersebut.
Ia menjelaskan pemerintah tidak cukup hanya menjalankan tugas secara rutin atau business as usual sehingga dibutuhkan upaya untuk mengidentifikasi persoalan, mengorganisasi sumber daya, dan menghadirkan solusi melalui inovasi agar penyelenggaraan pemerintahan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ketika kita sebagai pemimpin punya komitmen untuk memberikan yang terbaik, maka kita akan berupaya menginventarisasi apa yang menjadi persoalan, kemudian mengorganisasi seluruh sumber daya yang di bawah kewenangan kita dan jawabannya satu, kita lakukan inovasi,” ujarnya.
Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kementerian Dalam Negeri David Yama menekankan pentingnya mengukur keberhasilan inovasi berdasarkan dampak yang dihasilkan, bukan semata-mata dari jumlah inovasi yang dilaporkan.
“Inovasi transformatif adalah inovasi yang memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan daerah, pengurangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, serta kemandirian fiskal daerah,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur Lilik Pudjiastuti menyoroti pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah serta keselarasan inovasi dengan regulasi.
Menurutnya, inovasi harus mendukung dua tujuan utama pemerintahan daerah, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendekatkan pelayanan publik.
“Inovasi yang dikembangkan perangkat daerah perlu terhubung dengan perencanaan pembangunan, termasuk melalui kolaborasi dengan Bappeda, agar tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat berkelanjutan. Selain itu, regulasi perlu menyesuaikan perkembangan inovasi sehingga pelaksanaannya memiliki landasan yang memadai,” katanya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.