asiawebawards.com
  • 2026-08-06 06:53:31 +0000 UTC

    Aug 06, 2026

    Wali Kota Medan: Perhatikan RTH dalam pembangunan Bus Rapid Transit - ANTARA News Sumatera Utara

    Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta ruang terbuka hijau (RTH) tetap diperhatikan dalam pembangunan bus rapid transit (BRT) yang tengah dikerjakan bersama Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan.

    "Kemarin saya berkoordinasi terkait BRT. Kami meminta update terakhir yang kami butuhkan termasuk tentang penghijauan," ujar Rico Waas di Medan, Rabu.

    Ia meminta pembangunan nasional tersebut untuk tetap memerhatikan tata kota yang ramah lingkungan bagi masyarakat di wilayah itu. Kehadiran transportasi publik modern tidak boleh menghilangkan pepohonan yang selama ini menjadi paru-paru sekaligus mempercantik Kota Medan.

    "Saya juga meminta konsep penghijauannya seperti apa. Pohon-pohonnya harus tetap ada karena kita ingin Kota Medan tetap hijau," kata Rico.

    Oleh karena itu, orang nomor satu di lingkungan pemerintahan kota setempat itu mengatakan akan meningkatkan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait dalam mewujudkan ruang terbuka hijau tersebut.

    "Kami berharap Kementerian Perhubungan memberikan pendampingan secara intensif selama proses pembangunan sehingga proyek BRT dapat berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan," ujar dia .

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Melvi mengatakan pemerintah kota setempat telah menanam 1.792 pohon pengganti akibat pembangunan tersebut.

    Ia mengatakan proyek pembangunan BTR tersebut mengakibatkan 2.788 pohon terdampak yang tersebar di sejumlah wilayah atau yang menjadi rute koridor bus tersebut.

    Dari jumlah tersebut, menurut dia, 2.196 pohon terpaksa ditebang dan 592 pohon dilakukan relokasi di lokasi yang lebih sesuai.

    "Hingga Juli 2026, sebanyak 1.792 pohon telah ditanam," ujar Melvi.

    Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
    Editor : Juraidi

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-06 06:53:31 +0000 UTC