Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia beri kuliah umum di UMS, bahas dinamika hubungan Indonesia-Malaysia
Kamis, 24 September 2026 21:24 WIB
Foto bersama dengan mahasiswa UMS. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Wakil Kepala Perwakilan/Deputy Chief of Mission (DCM) RI KBRI Kuala Lumpur dan Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia Dr. Danang Waskito memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), di Gedung Ahmad Syafii Maarif Solo, Jawa Tengah, Kamis.
Kegiatan tersebut membahas dinamika hubungan Indonesia dan Malaysia serta pentingnya peran civitas akademika dalam memperkuat hubungan diplomatik kedua negara.
Kuliah umum bertajuk “Peningkatan Peran Civitas Academica dalam Peran Hubungan Indonesia dan Malaysia” tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami hubungan kedua negara dari berbagai perspektif, mulai dari sejarah, politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, hingga diplomasi.
Dalam paparannya, Danang menjelaskan kedekatan Indonesia dan Malaysia tidak hanya dipengaruhi faktor geografis, tetapi juga kesamaan sejarah, identitas, nilai, dan pengalaman sebagai negara serumpun.
“Sebagai negara yang serumpun, kedekatannya dari sisi jarak juga dekat, dari sisi sejarah juga dekat. Kita juga share identity, share history, share values di banyak hal. Tentu sebagai negara serumpun sebetulnya kita saling tergantung,” jelasnya.
Menurut Danang, terdapat sejumlah aspek yang menjadi karakter hubungan negara serumpun, di antaranya interdependensi, kesamaan nasib, kesamaan atau homogeneity, serta self-restraint. Faktor-faktor tersebut membuat Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang dekat sekaligus kompleks.
Ia juga menggambarkan hubungan kedua negara sebagai hubungan love and hate. Menurutnya, kedekatan tersebut tidak menghilangkan adanya persaingan dalam sejumlah bidang, salah satunya olahraga. Namun, dinamika tersebut tidak mengubah hubungan bilateral kedua negara yang secara umum tetap berjalan kuat dan stabil.
“Hubungan kita dengan Malaysia sangat kuat,” katanya.
Danang menjelaskan hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia saat ini mencakup berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, budaya, sosial, hingga pendidikan. Ia menyebut luasnya cakupan hubungan kedua negara juga tercermin dari berbagai bidang kerja yang ditangani KBRI Kuala Lumpur.
Dalam bidang ekonomi, Danang menyampaikan nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Malaysia pada 2025 mencapai sekitar 34,2 miliar dolar AS. Indonesia juga masih mencatatkan surplus perdagangan dengan Malaysia, meskipun terdapat tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Selain perdagangan, Malaysia juga menjadi salah satu negara yang aktif melakukan investasi di Indonesia. Sementara itu, investasi Indonesia di Malaysia dinilai masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
“Malaysia cukup aktif di Indonesia. Sayangnya, Indonesia kurang aktif di Malaysia. Ini tentu menjadi PR kita,” ujarnya.
Danang menilai masih terdapat sejumlah potensi kerja sama yang dapat dikembangkan Indonesia dan Malaysia, termasuk di bidang teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan rare earth atau mineral tanah jarang.
Di sisi lain, ia menyampaikan hubungan kedua negara masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti isu perbatasan dan pekerja migran Indonesia (PMI). Namun, menurutnya, kedua negara memiliki komitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui dialog dan cara-cara damai.
Danang juga menyoroti pentingnya hubungan personal antarpemimpin dalam memperkuat diplomasi kedua negara. Ia mencontohkan hubungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang dinilai turut memperkuat komunikasi antara Indonesia dan Malaysia.
Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan kehadiran Program Studi Hubungan Internasional (HI) dan Administrasi Publik (AP) di UMS merupakan bagian dari cita-cita universitas untuk membuka jendela yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menjelajahi dunia.
Menurutnya, Prodi HI telah dirintis selama lebih dari satu dekade dan akhirnya hadir bersama Prodi AP sekitar dua hingga tiga tahun terakhir.
“Harapannya, Prodi HI ini dibuka di UMS menjadi salah satu jendela untuk menjelajahi dunia,” ungkapnya.
Rektor UMS juga mendorong agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dan eksposur internasional secara langsung. Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk membentuk wawasan mahasiswa agar tidak hanya memahami perspektif internasional melalui pembelajaran di kelas.
“Adik-adik mahasiswa ini harus diberi eksposur internasional. Diberi pengalaman eksposur itu penting,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rektor UMS menekankan pentingnya kemampuan membangun relasi dalam hubungan diplomatik. Ia berharap mahasiswa memiliki international mind yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga mencakup perdagangan, ekonomi, diplomasi, dan dakwah.
“Human relation is a key to successful in diplomacy. Seni bergaul itu, cara bergaul itu, strategi bergaul itu, hubungan diplomatik merupakan kunci sukses untuk menaikkan tangga prodi, tangga universitas, tangga negara,” jelasnya.
Ia juga berharap hubungan UMS dengan perguruan tinggi di Malaysia dapat terus dikembangkan secara resiprokal. Menurutnya, keberadaan Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) di Perlis dapat menjadi salah satu bagian dari penguatan jejaring pendidikan sekaligus diplomasi antara Indonesia dan Malaysia.
Menutup kuliah umum, Danang berpesan kepada mahasiswa untuk memiliki cita-cita tinggi sekaligus mempersiapkan langkah konkret untuk mencapainya.
“Gantungkan mimpi kalian setinggi-tingginya, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana mencapainya. Jadi tentu belajar yang baik, belajar yang rajin, belajar yang betul, perkuat networking, enlarge your knowledge and experience,” pesannya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menetapkan tujuan jangka panjang dan membangun jejaring sejak berada di bangku perguruan tinggi.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.