Mataram (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, mendorong keikutsertaan daerah itu dalam Kriyanusa 2026 tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi dilanjutkan dengan upaya memperluas pasar produk unggulan dari 10 kabupaten/kota hingga menembus pasar nasional dan internasional.

"Semakin banyak potensi yang dimiliki 10 kabupaten/kota, baik tenun, kerajinan maupun produk lainnya, yang memiliki pasar lebih luas. Tidak hanya di NTB, tetapi juga nasional bahkan internasional," ujar Wagub melalui keterangannya di Mataram, Jumat.

Menurutnya, pameran harus menjadi pintu masuk bagi produk daerah untuk membangun jejaring pemasaran, mengenali kebutuhan konsumen, sekaligus memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya NTB kepada pasar yang lebih luas.

Karena itu, ia melihat keikutsertaan NTB dalam Kriyanusa bukan sekadar kesempatan menghadirkan produk di sebuah stan. Para pelaku UMKM dan perajin juga mendapatkan ruang untuk bertemu, belajar, bertukar pengalaman, dan melihat secara langsung bagaimana produk daerah ditempatkan di tengah persaingan pasar.

"Tempat ini menjadi ajang bagi kita semua untuk menghadirkan produk-produk UMKM sekaligus menjadi ruang untuk saling belajar. Saya berharap masyarakat semakin mengenal NTB beserta seluruh potensi dan keunggulan yang dimilikinya, baik wastra, mutiara, maupun produk unggulan lainnya," kata Dinda sapaan Wagub NTB.

Ia menilai, perluasan pasar tidak dapat dilepaskan dari kemampuan perajin dan pelaku UMKM menjaga kualitas produk secara konsisten. Inovasi juga diperlukan agar produk tetap relevan dengan kebutuhan pasar, namun tidak kehilangan karakter budaya yang menjadi identitas NTB.

"Kami ingin para perajin terus bersemangat menghasilkan karya terbaik. Dengan menjaga kualitas, berinovasi, dan tetap mempertahankan ciri khas budaya NTB, saya yakin produk-produk daerah kita akan semakin diminati dan memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional maupun global," ujarnya.

Menurutnya, potensi produk NTB tersebar di seluruh kabupaten/kota sehingga pengembangannya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Produk tenun, kerajinan, mutiara dan berbagai produk unggulan lainnya perlu terus dikembangkan dengan memperkuat kualitas sekaligus membuka akses pasar.

Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, menambahkan bahwa pengalaman NTB di Kriyanusa menjadi ruang penting untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antar kabupaten/kota. Pada tahun ini, NTB meraih penghargaan Stand Terfavorit dan Juara I Kriya Berbahan Kayu melalui produk cukli.

"Alhamdulillah, kita mendapat prestasi sebagai Stand Terfavorit serta Juara I Kriya Berbahan Kayu, khususnya cukli," ujarnya.

Sinta menegaskan, capaian tersebut harus diikuti dengan perbaikan kualitas produk secara berkelanjutan. Ia mengajak para pengrajin dan pemerintah kabupaten/kota memperkuat kerja bersama agar produk NTB semakin siap memasuki pasar yang lebih luas.

"Hasil karya kita sudah mulai dikenal. Ayo kita sama-sama memperbaiki kualitas kerajinan kita supaya ke depannya semakin bisa diterima. Insya Allah tahun depan kolaborasi kita akan menjadi lebih kuat lagi. Ingat, kolaborasi adalah kunci," katanya.