asiawebawards.com
  • 2026-07-24 01:00:46 +0000 UTC

    Jul 24, 2026

    Viral Wanita Depok Rela Rogoh Kocek Sendiri demi Jadi Relawan Piala Dunia 2026

    Amerika Serikat -

    Setelah publik dibuat kagum oleh kiprah Welah Hatta sebagai Senior Stage Manager di FIFA World Cup 2026, kini satu lagi sosok wanita inspiratif asal Indonesia yang mencuri perhatian di ajang sepak bola bergengsi tersebut.

    Ialah Mita Yulian Sasmita, seorang relawan Piala Dunia 2026 yang mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk menyukseskan perhelatan akbar ini. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @psychofat, Mita membagikan pengalamannya yang menyentuh hati selama menjadi bagian dari di balik layar Piala Dunia.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Dalam unggahannya yang menyertakan foto selfie bersama Presiden FIFA Gianni Infantino, wanita berhijab ini mengungkapkan perasaannya setelah menyelesaikan tugas sebagai relawan selama 1,5 bulan. Meskipun awalnya merasa waktu tersebut akan berjalan lama, nyatanya pengalaman berharga ini berlalu dengan sangat cepat.

    "Tadinya gue kira, 1.5 bulan itu lama. Nyatanya, dalam sekejap, selesai juga perjalanan gue jadi relawan FIFA di Piala Dunia 2026," tulis Mita.

    Bagi Mita, menjadi relawan di Piala Dunia bukan hanya tentang sepak bola semata, melainkan juga tentang kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai belahan dunia, menjalin persahabatan, dan merasakan kebaikan tak terduga.

    Mengenal Mita Yulian Sasmita, relawan asal Depok, Jawa Barat, yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Mita menceritakan pengalamannya selama menjadi volunteer selama FIFA World Cup 2026.Mengenal Mita Yulian Sasmita, relawan asal Depok, Jawa Barat, yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Mita menceritakan pengalamannya selama menjadi volunteer selama FIFA World Cup 2026. Foto: Dok. Instagram @psychofat.

    Mita pun terlihat berfoto di tengah lapangan dengan latar belakang Jumbotron raksasa, yang bertuliskan 'THANK YOU VOLUNTEERS'. Unggahan Mita tersebut viral dan menuai banyak pujian dari netizen Indonesia yang merasa bangga atas dedikasi dan semangatnya.

    Unggahan pengalaman wanita yang menjadi relawan tersebut sudah mendapatkan lebih dari 18,9 ribu kali Likes dan mendapatkan banjir ucapan selamat dari warganet.

    "Kerennn missπŸ‘πŸ‘πŸ‘," puji pengguna Instagram @leonynuna.

    "Kakak mitaaaa dr kemarin tuh mau nanya tp lupa terus, kan JB nampil tuh kak d penutupan, sempat ketemu ga??? ihhh seruuu banget pasti," takjub akun @zuttoramen.

    "Keren sangattttt proud of you. Satu satunya kawan sy yang mindblowing perjalannya," kagum akun @the.lutfi.real.


    Konfirmasi Wolipop

    Mengenal Mita Yulian Sasmita, relawan asal Depok, Jawa Barat, yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Mita menceritakan pengalamannya selama menjadi volunteer selama FIFA World Cup 2026.Mengenal Mita Yulian Sasmita, relawan asal Depok, Jawa Barat, yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Mita menceritakan pengalamannya selama menjadi volunteer selama FIFA World Cup 2026. Foto: Dok. Instagram @psychofat.


    Wanita berusia 40 tahun asal Depok, Jawa Barat, ini mengungkapkan bahwa partisipasinya di FIFA World Cup 2026 bukan kali pertama. Perjalanannya sebagai bagian dari pesta bola dunia ternyata sudah dimulai sejak tahun 2018. Anak pertama dari dua bersaudara yang saat ini sedang menempuh studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris di Unindra (Universitas Indraprasta PGRI) tersebut membagikan awal mula ketertarikannya.

    "Awal mula menjadi relawan FIFA adalah ketika di tahun 2016 saya mendapat link untuk mendaftar dari Facebook FIFA. Sejak nonton Piala Dunia pertama saya di 1998 saat usia 13 tahun, saya sudah berangan-angan ingin jadi bagian dari Piala Dunia ketika melihat orang-orang masuk ke lapangan membawa bendera negara. Ternyata terwujud 20 tahun kemudian," ungkap Mita kepada Wolipop.

    Mengenal Mita Yulian Sasmita, relawan asal Depok, Jawa Barat, yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Mita menceritakan pengalamannya selama menjadi volunteer selama FIFA World Cup 2026.Mengenal Mita Yulian Sasmita, relawan asal Depok, Jawa Barat, yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Mita menceritakan pengalamannya selama menjadi volunteer selama FIFA World Cup 2026. Foto: Dok. Instagram @psychofat.

    Keterlibatannya terus berlanjut mulai dari Piala Konfederasi Rusia 2017, Piala Dunia Rusia 2018 (Ticketing), Piala Dunia Qatar 2022 (Ticketing), Piala Dunia FIFA U-17 Indonesia 2023, hingga Piala Dunia 2026 di USA pada bagian Broadcast Services.

    Pengalaman Menjaga Football Legends dan Tokoh Dunia

    Mengenal Mita Yulian Sasmita, relawan asal Depok, Jawa Barat, yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Mita menceritakan pengalamannya selama menjadi volunteer selama FIFA World Cup 2026.Mengenal Mita Yulian Sasmita, relawan asal Depok, Jawa Barat, yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Mita menceritakan pengalamannya selama menjadi volunteer selama FIFA World Cup 2026. Foto: Dok. Instagram @psychofat.


    Saat bertugas di bagian Broadcast Services di Amerika Serikat, Mita ditempatkan di Stadium Media Center dan Media Tribune untuk melayani jurnalis serta fotografer internasional. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat dipercaya menjaga area khusus siaran.

    "Saya bertugas menjaga Presentation Platform bersama petugas keamanan, karena di sini tempatnya football legends atau orang terkenal siaran. Saya pernah menjaga untuk Peter Schmeichel, Clarence Seedorf, iShowSpeed, Zlatan Ibrahimovic, Thierry Henry, hingga Chicharito,"kenangnya dengan bangga.

    Meski harus bersiap 2 hingga 4 jam sebelum pertandingan dimulai dengan durasi shift kerja sekitar 6 jam, rasa lelah Mita terbayar tuntas oleh pengalaman berharga yang tidak bisa dinilai dengan uang.


    Tantangan Biaya Mandiri dan Keyakinan Hati


    Menjadi relawan FIFA memang tidak mendapatkan bayaran berupa uang tunai. Mita menjelaskan bahwa fasilitas resmi yang didapat peserta mencakup seragam (unforms) eksklusif dan konsumsi saat bertugas. Untuk kebutuhan operasional seperti tiket pesawat, visa, hingga akomodasi, relawan harus siap membiayainya secara mandiri.

    "FIFA Volunteer program tidak membayar dengan uang dan ini menurutku yang bikin jadi relawan FIFA lebih spesial. Kita dipilih karena memang benar-benar punya jiwa relawan. Modalku cuma percaya aja, bahwa ketika kita melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, semua akan dimudahkan," tutur wanita yang berprofesi sebagai trainer Bahasa Inggris dan Public Speaking ini.

    Ketika terpilih dari jutaan pendaftar di seluruh dunia untuk edisi 2026, Mita mengaku sangat kaget dan bersyukur. Berkat dukungan dari orang-orang terdekat serta kebaikan warga lokal di Amerika Serikat, ia berhasil menyelesaikan tugasnya dengan lancar.

    Bagi Mita, menjadi relawan internasional adalah investasi pengalaman hidup yang luar biasa, baik untuk anak muda maupun mereka yang sudah berumur.

    "Menjadi relawan FIFA memang tidak dibayar uang, tapi apa yang kita dapat jauh lebih mahal dari yang kita keluarkan. Untuk yang masih muda, ini kesempatan membangun keahlian. Untuk yang udah tua kayak saya, sesekali kita perlu keluar dari rutinitas untuk belajar hal baru," jelasnya.

    Setelah menyelesaikan tugasnya di Amerika Serikat, Mita akan kembali ke rutinitas utamanya di tanah air sebagai pelatih public speaking dan Bahasa Inggris. Namun, langkahnya tak berhenti di sini. Mita sudah bersiap menatap ajang Piala Dunia berikutnya.

    "Iya, nanti daftar lagi untuk 2030. Biasanya pendaftaran dibuka 1-2 tahun sebelum acara. Semoga bisa terpilih lagi," tutup Mita optimistis.

    (gaf/eny)

    2026-07-24 01:00:46 +0000 UTC