Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Mohammed Taufiq Johari langsung turun tangan memantau antrean F1 GP Bahrain yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia setelah sempat viral antrean shuttle di sirkuit tersebut kacau.

Dalam pelaksanaan hari pertama F1 di Sepang, viral protes dan kritikan dari orang-orang terkait antrean shuttle bus. Di Sepang, orang-orang memang menggunakan shuttle bus di area sirkuit. Juga untuk menuju dan keluar dari sirkuit, baik ke KLIA ataupun KL Sentral.

Ada orang yang menunggu hingga tiga jam untuk bisa masuk bus. Dan pengalaman ini dirasakan oleh banyak orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • Persaingan Top Skor FIFA ASEAN Cup: Tinggal Mitchell Baker vs Bergson?
  • Klasemen Asian Games Sabtu Malam: Thailand Merosot, Indonesia Stagnan
  • Jadwal Wakil Indonesia di Asian Games 2026 Minggu 4 Oktober

Terkait hal tersebut, Taufiq langsung turun tangan mencoba menyelesaikan masalah yang ada. Taufiq langsung datang ke Sepang pada Sabtu (3/10).

"Alhamdulillah, situasi hari ini tampak lebih baik dan lebih teratur, berkat langkah-langkah perbaikan segera yang diterapkan oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA), Sirkuit Internasional Bahrain (BIC), Sirkuit Internasional Sepang (SIC), dan Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) demi menjamin kenyamanan serta kelancaran pergerakan hampir 100 ribu penonton yang hadir."

"Diharapkan upaya perbaikan ini akan terus ditingkatkan guna memastikan pengalaman yang lebih baik, lebih nyaman, dan lebih aman bagi seluruh penonton. Kami akan terus memantau situasi di lapangan dan memastikan setiap kendala yang muncul segera ditangani demi kenyamanan dan kepentingan para penonton," ujar Taufiq seperti dikutip dari Berita Harian.

Dalam kesaksian sejumlah penonton, antrean di hari kedua lebih tertata rapi. Namun waktu tunggu hingga mendapatkan bus masih terbilang lama.

Seri F1 di Sepang, Malaysia ini bernama GP Bahrain karena ini adalah pindahan GP Bahrain yang sempat tertunda karena perang. Lantaran tajuknya masih GP Bahrain, penyelenggara di hari pertama adalah mayoritas orang-orang yang ada di bawah kendali Bahrain International Circuit (BIC).

Barulah di hari kedua, disebut keterlibatan orang-orang di bawah Sepang International Circuit (SIC) lebih ditingkatkan sehingga mereka yang tahu kondisi dan karakter lapangan dengan lebih baik. Hal itu turut membantu kelancaran antrean penonton terkait shuttle di area sirkuit.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)