Jakarta, CNBC Indonesia- Kebutuhan infrastruktur digital seperti data center terus meningkat seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan atau artificial intelligence (AI). Digital Realty mencatat adanya tren pertumbuhan permintaan kapasitas data center dari pelanggan hyperscale maupun perusahaan kecil untuk menunjang aktivitas bisnis.
Managing Director & Head of Asia Pacific Digital Realty, Serene Nah menyatakan AI telah mendorong transformasi dan evolusi selama beberapa tahun ini hingga berkembang ke penggunaan Agentic AI. Hal ini tentu saja membutuhkan penguatan infrastruktur pusat data untuk memperkuat konektivitas termasuk IT (Information technology) tim yang dibutuhkan guna menunjang layanan data center.
Berdasarkan survey global Digital Realty yang melibatkan lebih dari 6000 partisipan menunjukkan di kawasan Asia Pasifik bahwa lebih dari 59% pelanggan korporat bersiap pada tahun 2026untuk meningkatkan investasi AI 25% lebih tinggi dibanding tahun 2025. Di sisi lain lebih dari 50% pelanggan korporat menyatakan bahwa infrastruktur AI yang ada belum memadai sehingga dukungan penguatan infrastruktur dan pusat data semakin mendesak.
Digital Realty mencatat Indonesia dan India sebagai negara yang memiliki pertumbuhan permintaan teknologi, penggunaan layanan global dan adopsi cloud yang sangat cepat. Hal ini mendorong meningkatnya kebutuhan investasi infrastruktur data center, meski demikian saat ini arah investasi pusat data tidak hanya terkait supply & demand untuk memenuhi kebutuhan adopsi AI namun juga terkait dengan infrastruktur terkait ketersediaan dan akses energi listrik, latensi hingga ketersediaan sistem pendingin.
Seperti apa masa depan infrastruktur data center di Asia di tengah masifnya adopsi teknologi AI? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Managing Director & Head of Asia Pacific Digital Realty, Serene Nah dalam Profit, CNBC Indonesia (Rabu, 07/10/2026)