Venezuela Potong Jam Kerja Semua Pegawai Negeri Demi Hemat Listrik
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Venezuela akan memotong jam kerja seluruh pegawai negeri untuk meringankan tekanan pada jaringan listrik negara akibat tingginya konsumsi.
Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez mengatakan "pekerja sektor publik akan bekerja setiap dua hari sekali dan setengah hari kerja untuk semua karyawan," kata Rodriguez, Rabu (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kebijakan itu tidak berlaku bagi layanan penting seperti sektor kesehatan.
Pemerintah mengambil langkah tersebut setelah konsumsi listrik Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir satu dekade. Pada tahun ini, permintaan listrik mencapai 15.726 megawatt, sementara pasokan yang tersedia hanya sekitar 12.000 megawatt.
Rodriguez mengatakan tingginya permintaan listrik tidak hanya disebabkan oleh kondisi cuaca, tetapi juga pertumbuhan ekonomi.
"Jaringan listrik nasional telah mengalami permintaan yang tinggi bukan hanya karena situasi iklim, tetapi juga karena pertumbuhan ekonomi," ujar Rodriguez, Selasa (11/8).
Pemadaman listrik yang semakin sering terjadi di luar Caracas telah memicu protes dalam beberapa pekan terakhir.
Daerah pedalaman juga telah mengalami pemadaman selama bertahun-tahun. Para ahli mengaitkan kondisi tersebut dengan buruknya pengelolaan jaringan dan minimnya perawatan.
Sementara itu, pemadaman listrik sebagian besar tidak terjadi di Caracas. Namun, beberapa pemadaman telah tercatat di ibu kota dalam beberapa pekan terakhir.
Rodriguez mengumumkan kebijakan tersebut saat menandatangani perjanjian dengan perusahaan Argentina IMPSA untuk menyelesaikan proyek pembangkit listrik tenaga air di negara bagian Bolivar Selatan.
Sebelumnya, pemerintah Venezuela juga mencapai kesepakatan dengan perusahaan utilitas Amerika Serikat, General Electric untuk meningkatkan pasokan listrik pada Juni.
Di bawah tekanan dari Washington, Rodriguez membuka ekonomi dan sumber daya bagi perusahaan asing.
(mge/bac)