Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Jakarta, VIVA – Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos usai menelan kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta pada pertandingan Super League 2026-2027, Jumat (23/10/2026). 

Baca Juga

Keputusan tegas ini diambil manajemen lantaran pelatih asal Brasil tersebut dinilai gagal mengangkat performa tim setelah tak pernah meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenangan terakhir yang dirasakan klub berjuluk Singo Edan tersebut terjadi pada matchday pertama saat menghajar Isenmulang Kalteng FC dengan skor 4-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Jumat (4/9/2026). Setelah laga tersebut, performa Arema FC terus merosot hingga puncak krisis terjadi saat dihancurkan Macan Kemayoran.

Baca Juga

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyatakan bahwa langkah pemecatan ini diambil secara profesional untuk merespons dinamika tim serta memberikan penyegaran taktis secepatnya. Meski ini merupakan musim kedua Marcos Santos yang awalnya dinilai paham karakter sepak bola Indonesia, raihan buruk di lima laga terakhir menjadi indikator kuat perlunya perubahan.

"Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting tim butuh momentum dan ruang penyegaran baru. Manajemen memutuskan untuk mengistirpahatkankan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama," ujar Yusrinal dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga

Yusrinal mengungkapkan, keputusan pemecatan ini dipertimbangkan secara matang dengan belajar dari pengalaman masa lalu. Manajemen pernah berada dalam situasi di mana figur pelatih terlihat ideal di mata publik, namun fakta internal menunjukkan perancangan program hingga eksekusi taktik justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih, seperti yang dahulu dilakukan oleh (alm) Coach Kuncoro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, ada pertimbangan mendalam mulai dari aspek teknis, non-teknis, psikologis, hingga situasi riil internal yang melatarbelakangi keputusan pemecatan Santos. Manajemen memastikan seluruh hak administrasi dan komitmen kontrak sang pelatih akan diselesaikan secara profesional sesuai aturan yang berlaku serta asas kekeluargaan.

Atas performa tim yang belum maksimal, manajemen juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh pendukung, Aremania, Aremanita, serta masyarakat Malang Raya, sembari berharap pembenahan ini menjadi titik balik kebangkitan Arema FC.

Halaman Selanjutnya

Sebagai langkah antisipasi, manajemen menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim untuk memimpin tim pada masa transisi. Penunjukan Andre didasari kualifikasi lisensi kepelatihan A Pro serta kedekatannya dengan para pemain. Langkah ini diambil agar persiapan Johan Alfarizie dan kawan-kawan tidak terganggu menjelang laga kandang melawan Dewa United.