Sebelumnya, Kasi Ops Basarnas Banten Rizki Dwiyanto mengatakan pencarian pada hari ini mencakup area seluas 3.439 nautical mile persegi dengan melibatkan 22 kapal dan 570 personel.

"Untuk alut yang kita gunakan, ya tadi berjumlah 22 kapal, terdiri dari kapal dari Badan SAR Nasional ada KN SAR ada 3 unit dan RIB ada 2 unit, kemudian dari TNI Angkatan Laut KRI ada 5 unit, kemudian KAL ada 2 unit dan RBB 1 unit, sedangkan kapal dari Kepolisian Polairud itu ada 8 unit," kata Rizki kepada awak media, Rabu (16/9/2026).

Area pencarian dibagi menjadi delapan sektor, yakni Sektor A hingga H.

Sektor A mencakup area seluas 511 nautical mile persegi dengan mengerahkan KRI Dewa Kembar dan KP Sanjaya. Sektor B memiliki luas 539 nautical mile persegi dan melibatkan KN SAR Basudewa milik Kantor SAR Lampung.

"Untuk sektor C, 585 nautical mile persegi, untuk alut yang kita gunakan adalah KRI Leuser. Kemudian untuk sektor D, dengan luas area pencarian 319 nautical mile persegi, untuk alut yang kita gunakan adalah KN SAR Antasena dan KRI Lepu," katanya.

Sektor E memiliki area pencarian seluas 271 nautical mile persegi dengan mengerahkan RIB 02 Lampung dan KAL Pohawang. Sementara Sektor F mencakup area seluas 265 nautical mile persegi dengan melibatkan tujuh kapal, yakni KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URC Erhan.

Sektor G memiliki luas area pencarian 282 nautical mile persegi dengan mengerahkan RIB 02 Banten, KAL Anyer, dan RBB Pulau Peucang. Adapun Sektor H menjadi area terluas dengan cakupan 667 nautical mile persegi, menggunakan KN SAR Tetuka, KRI Kerapu, KRI Gilimanuk, dan KN Damaru.

Rizki mengatakan fokus pencarian hari ini berada di wilayah tenggara Gunung Anak Krakatau. Penentuan area tersebut didasarkan pada perhitungan arus, gelombang, dan arah angin.

"Berdasarkan perhitungan arus dan perhitungan gelombang serta angin, itu untuk wilayah tenggara Gunung Anak Krakatau," jelasnya.