Jakarta (ANTARA) - Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan tim SAR gabungan. Sejumlah benda yang ditemukan selama penyisiran sempat menjadi perhatian karena diduga berkaitan dengan rombongan yang hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, hasil pemeriksaan Polda Banten menunjukkan beberapa barang tersebut bukan milik KM Arupadhatu 1, kapal yang membawa rombongan tersebut. Hingga Senin (14/9), keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal masih dalam pencarian.

Barang apa saja yang ditemukan?

Dalam pencarian pada Sabtu (12/9), tim SAR menemukan sejumlah benda di perairan sebelah timur Pulau Rakata. Barang tersebut berupa satu helm plastik berwarna merah, satu jeriken plastik biru bertutup hitam, serta dua jaket pelampung berwarna oranye.

Benda-benda itu kemudian diamankan dan diperiksa oleh kepolisian untuk memastikan apakah memiliki hubungan dengan KM Arupadhatu 1.

Polisi pastikan bukan milik kapal

Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi kepada pemilik kapal, Polda Banten memastikan ketiga jenis barang tersebut tidak berkaitan dengan KM Arupadhatu 1.

Dua jaket pelampung berwarna oranye, misalnya, memiliki tulisan "MILLES.II". Sementara perlengkapan pelampung yang tersedia di KM Arupadhatu 1 berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan tersebut.

Polisi juga menemukan perbedaan pada jeriken. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 disebut berwarna biru pudar dengan kapasitas 30 liter, berbentuk pendek, bertutup putih, dan tidak memiliki penanda.

Sementara jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas sekitar 35 liter, berbentuk lebih panjang, memiliki tutup hitam, serta terdapat tulisan pada bagian badan jeriken. Isinya juga diketahui mengeluarkan aroma minyak sayur, berbeda dengan bahan bakar yang digunakan kapal.

Helm merah juga bukan perlengkapan kapal

Satu helm plastik merah yang ditemukan dalam pencarian juga telah diperiksa.

Polda Banten memastikan helm tersebut bukan milik KM Arupadhatu 1 karena kapal tersebut tidak menyediakan maupun membawa helm jenis tersebut sebagai perlengkapan di atas kapal.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, polisi meminta masyarakat tidak terburu-buru menghubungkan setiap benda yang ditemukan di sekitar lokasi pencarian dengan rombongan lima jurnalis.

Ada temuan baru pada hari keenam

Pencarian pada Minggu (13/9) atau memasuki hari keenam, kembali menemukan sejumlah benda terapung. Tim SAR menemukan terpal, galon, dan sebuah jaket pelampung di beberapa lokasi berbeda.

Berbeda dengan tiga jenis barang yang sebelumnya telah dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1, barang-barang yang ditemukan pada hari keenam masih diserahkan kepada kepolisian untuk diperiksa dan diidentifikasi. Belum ada kepastian bahwa benda-benda tersebut berkaitan dengan rombongan yang hilang.

Area pencarian diperluas

Seiring belum ditemukannya rombongan, tim SAR memperluas operasi pencarian menjadi enam sektor dengan total area sekitar 6.010 mil laut persegi.

Pencarian melibatkan unsur laut, udara, dan darat. Pada hari keenam, sekitar 15 hingga 16 kapal serta sekitar 300 personel dikerahkan untuk menyisir wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau. Operasi juga didukung helikopter dan drone termal.

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan selama operasi. Pada Minggu, wilayah pencarian diperkirakan mengalami angin 10 hingga 20 knot dengan tinggi gelombang sekitar 0,5 hingga 2,5 meter.

Lima jurnalis dan tiga awak masih dicari

Lima jurnalis yang hilang kontak tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka berangkat bersama tiga awak kapal, yakni Warta sebagai kapten, Surakman sebagai awak kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu. Rombongan berangkat dari kawasan Carita pada 7 September 2026 untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus dan hingga kini belum ada kepastian mengenai keberadaan mereka.

Dengan demikian, barang temuan di Selat Sunda belum memberikan petunjuk yang dapat memastikan keberadaan lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu 1. Polisi telah memastikan helm merah, jeriken biru, dan dua jaket pelampung oranye yang ditemukan sebelumnya bukan milik kapal tersebut, sementara sejumlah temuan terbaru masih menjalani pemeriksaan.

Polda Banten juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu perkembangan dari sumber resmi selama operasi SAR berlangsung.

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.