Upaya penyelamatan di Nepal berlanjut, korban tewas lebih 160 orang
Kamis, 27 Agustus 2026 15:13 WIB
Seorang warga setempat mengendarai sepeda motor melintasi sisa-sisa jembatan yang hanyut akibat banjir di Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. Banjir besar yang berasal dari wilayah Tibet, Tiongkok, menerjang masuk ke Nepal, menyebabkan banjir luas serta kerusakan pada jalan, jembatan, rumah, dan infrastruktur lainnya. ANTARA/Sunil Pradhan - Anadolu Agency /pri.
Tokyo (ANTARA) - Upaya penyelamatan di Nepal terus berlanjut pada Kamis setelah banjir bandang yang menurut otoritas setempat telah menewaskan lebih dari 160 orang dan menyebabkan ratusan lainnya masih hilang.
Otoritas pariwisata Nepal menyebutkan jumlah orang yang hilang dalam bencana yang terjadi pada Rabu (26/8) di dekat perbatasan Nepal dengan China telah mencapai 590 orang dari 29 negara.
Menurut otoritas dan media lokal, mereka termasuk wisatawan asing dari sejumlah negara seperti India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat. Lima warga negara Jepang juga dilaporkan hilang.
Dalam unggahannya di X, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta siapa pun yang memiliki informasi mengenai keberadaan lima warga Jepang tersebut agar menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu.
Seorang pejabat kedutaan mengatakan pihaknya belum dapat menghubungi kelima warga Jepang yang diyakini merupakan peserta tur dan telah meminta otoritas setempat untuk melakukan pencarian terhadap mereka.
Banjir bandang tersebut dilaporkan dipicu oleh runtuhnya gletser.
Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Rasuwa, Nepal, meluap dan merusak rumah serta sejumlah infrastruktur, termasuk pembangkit listrik tenaga air.
Kantor Berita Xinhua China melaporkan tiga orang tewas dan lebih dari 550 lainnya belum diketahui keberadaannya setelah longsor lumpur terjadi di Shigatse, salah satu kota besar di Daerah Otonom Tibet.
Sumber: Kyodo-OANA
Pewarta : Katriana
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026