Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) meraih medali perunggu dalam National Essay Competition (NESCO) 3 melalui gagasan inovasi desa mandiri pangan berbasis potensi masyarakat di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Maluku.
Dosen Pendamping Unpatti Mike J. Rolobessy di Ambon, Senin (21/9), mengatakan capaian tersebut menunjukkan mahasiswa mampu membawa persoalan pembangunan daerah ke tingkat nasional melalui gagasan yang berbasis pada kondisi dan kebutuhan masyarakat.
"Prestasi yang diraih mahasiswa FISIP Unpatti dalam NESCO 3 merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian mereka dalam menyampaikan gagasan di tingkat nasional," kata dia.
Ia menjelaskan Unpatti mengirimkan dua tim mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dalam kompetisi yang diselenggarakan Pusat Riset Siswa, Mahasiswa, dan Akademisi (PRISMA) bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana pada 19-20 September 2026 di Bali.
Kompetisi tersebut diikuti 60 perguruan tinggi dengan 444 tim dan 643 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada kategori Pangan, tim Unpatti yang terdiri atas Delon Alexander Renwarin dari Fakultas Hukum sebagai ketua dan Arman dari FISIP sebagai anggota meraih medali perunggu melalui esai berjudul "Satu rumah satu petak pangan (Satapa) Inovasi Pembangunan Desa Mandiri Pangan di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi untuk Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas".
Gagasan tersebut mengangkat pengembangan desa mandiri pangan dengan mendorong pemanfaatan lahan pada tingkat rumah tangga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan FISIP Unpatti meraih Silver Medal pada kategori Hukum dan Politik melalui karya berjudul "Hegemoni Negara dan Matinya Otonomi Asli: Meritokrasi Kultural Sebagai Resolusi Konflik Pemilihan Raja di Negeri di Maluku".
Menurut Mike, kedua karya tersebut memperlihatkan kemampuan mahasiswa Unpatti mengangkat isu lokal Maluku menjadi gagasan yang dapat dibahas dalam ruang akademik nasional.
Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti pada perolehan medali, tetapi menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan riset, menulis, menyampaikan gagasan, serta mengikuti kompetisi akademik lainnya.
"Pengalaman ini harus menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berani mengikuti berbagai ajang akademik, baik tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Ia menilai keikutsertaan dalam kompetisi nasional juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi sekaligus memperluas pengalaman akademik.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.