Samarinda (ANTARA) - Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur memperkuat komitmennya dalam mengembangkan riset berbasis kawasan tropis guna mendorong inovasi hijau yang menopang pembangunan berkelanjutan nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Seminar Nasional Rekayasa Tropis (SNRT) ke-4 bertema "Rekayasa Tropis dan Kampus Berdampak: Mendorong Inovasi Hijau untuk Pembangunan Nasional" di Gedung Hexagon Fakultas Teknik (FT) Unmul, Samarinda.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul Prof. Dr. Lambang Subagiyo di Samarinda, Jumat, mengatakan konsep "Kampus Berdampak" merupakan komitmen moral perguruan tinggi agar setiap luaran riset benar-benar dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat dan industri.
"Semoga kita terus bisa berkolaborasi dalam ekosistem riset sehingga menghasilkan publikasi yang bermanfaat," ujar Lambang di hadapan ratusan peserta seminar yang digelar secara hibrid tersebut.
Menurutnya, Kalimantan Timur dengan karakteristik geografis dan ekosistem tropis yang khas membutuhkan pendekatan rekayasa khusus yang mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainability) dan efisiensi hijau.
Kegiatan ilmiah yang sekaligus menjadi rangkaian peringatan Dies Natalis ke-24 FT Unmul ini juga menandai keberlanjutan kemitraan strategis antara Unmul dan PT Pertamina (melalui Pertamina EP Sangatta Field) yang telah terjalin sejak tahun 2022.
Sinergi lintas sektor antara perguruan tinggi dan industri energi ini menjadi bukti nyata komitmen kedua lembaga dalam mengawal transisi energi, efisiensi industri, serta pengelolaan lingkungan hidup di Kaltim.
Melalui kemitraan yang memasuki tahun keempat ini, berbagai gagasan ilmiah dari bangku perkuliahan diselaraskan dengan kebutuhan teknis di lapangan, terutama dalam menyikapi isu perubahan iklim dan reklamasi lingkungan kawasan tropis.
Rangkaian SNRT 2026 diawali dengan kuliah umum yang menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI, manajemen PT Pertamina, serta akademisi senior Unmul.
Diskusi pleno tersebut membedah strategi hilirisasi riset, inovasi material hijau, hingga penerapan infrastruktur cerdas (smart infrastructure) di kawasan tropis.
Melalui gelaran SNRT ke-4 ini, Unmul kian memantapkan perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) rekayasa tropis di Indonesia.
Seluruh makalah ilmiah yang dipresentasikan nantinya diterbitkan dalam Prosiding SNRT yang memiliki International Standard Serial Number (ISSN )/International Standard Book Number (ISBN) serta jurnal ilmiah terakreditasi.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.